Diposkan pada Refleksi

awal tahun 2015

akhir tahun seperti yang udah-udah enakan di rumah aja, enak lebih anget hahaha selain saya harus bubok cepet karena awal tahun seperti tanggal-tanggal merah lainnya gak ngaruh kalo kerja di sektor umum seperti rs, tetap harus kerja kalau kebetulan jadwalnya harus kerja…

 

2014-11-27 13.06awal tahun ini jadi agak khusus untuk saya karena genap satu tahun kerja di tempat kerja saya yang sekarang. secara umum pasien-pasien yang nyangkut di Abteilung saya masuk kategori normal, dalam arti gak hanya ngerti haknya sebagai pasien tapi juga tau persis standar pelayanan rumah sakit disini. nah bagian yang tidak menyenangkan adalah kalau harus berhadapan dengan pasien menjengkelkan. walau prosentasenya kecil benar-benar bisa bikin rambut berdiri. harapan saya adalah bisa lebih baik menangani pasien-pasien model ini.

***

 

2014-12-19 11.09.11

oh ya bagian paling bikin happy adalah ketika menerima slip gaji bulan november, angkanya dobel #huraaa benar-benar diluar perhitungan karena udah skeptis di slip gaji bulan mai kemarin tidak muncul nominal ekstra. setelah itu udah gak dipikirin lagi karena bisa jadi status saya saat itu belum permanen. kali pertamanya terima gaji tigabelas kali sejak gak di indonesia lagi. btw disini bukan keharusan untuk bisa dapat gaji ke-13, tergantung kebijaksanaan Arbeitsgebernya aja. ditempat saya yang udah-udah dibaginya dua kali, setengah di musim panas dan setengahnya lagi sebelum natal. bisa dapet sekaligus baru kejadian kemarin aja, schau ma mal. saya sendiri lebih suka yang dapetnya sekaligus begini 😀

***

Paket Natal

kirain udah selesai disana aja, ternyata gak lho dua minggu sebelum natal semua kebagian paket natal dari direksi. satunya payung satunya lagi Lebkuchen, gingerbread atau roti jahe khas jerman. kalau payung benar-benar pas waktunya. pas banget karena payung saya baru aja rusak akibat hujan angin hebat beberapa waktu yal. nah kalau Lebkuchen baru tau kalau ternyata bisa dijadiin hadiah natal disini. tapi dengan satu catatan Lebkuchen-nya harus made in Nürnberg 🙂

***

Nürnberger Lebkuchen

ngomong-ngomong soal gingerbread atau roti jahe hanya roti jahe dari Nürnberg yang bisa disebut Nürberger Lebkuchen. jerman mempunyai sejarah terlama dalam pembuatan kue tradisional ini. Lebkuchen pertama dibuat di Nürnberg tahun 1395.

Lebkuhen dibuat dengan resep dan aturan yang sangat teliti. walau saat ini sebagian besar Lebkuchen dibuat dengan mesin namun masih banyak produsen kue jahe di Nürnberg yang masih mengerjakannya secara manual.

Iklan
Diposkan pada Refleksi

perjalanan

2012-09-20 11.33

libur kali ini saya gunakan untuk menyortir semua foto yang kami simpan di dropbox.com setelah sebelumnya sempat gak karu2an karena sistem penomoran otomatis tergantung kamera yang digunakan. sekarang semuanya udah seragam jadi enak ada kronologisnya. oh ya penomoran yang saya gunakan adalah YY-MM-DD HH.MM (N)

***

3623111_700bnamanya foto lama jadi membangkitkan beberapa ingatan. salah satunya masa2 yang saya lalui saat belajar bahasa jerman. bahasa yang bikin saya sempat beberapa kali nangis karena frustasi kog gak bisa2 juga. buat yang masuk golongan harus jungkir balik untuk belajar bahasa satu ini seperti saya, pasti deh ngerti kalau bahasa jerman adalah bahasa paling njlimet. gak hanya waktu dan bagaimana mengungkapkannya, apapun itu ada artikelnya. ditambah gerakan apapun ada katanya sendiri. semakin canggih kemampuan berbahasa semakin bervariasi cara ybs mengungkapkan sesuatu. hal yang membuat saya selalu tersepona mendengar Ausländer yang cas cis cus ngomong bahasa jerman persis penutur aslinya.

***

ceritanya sehari sesudah natal kemarin, gak sengaja saya mencet tayangan vox dan terpaku saat melihat dan mendengar gadis manis berjilbab cas cis cus ngomong jerman, tia namanya. asli mangap dan empat jempol aja, sampe2 gak inget motoin. gak lama saya tau kalau itu tayangan mengenang sembilan tahun aceh setelah tsunami. nyesel banget acaranya udah diujung mau selesai. walau sebentar saya jadi bisa lihat kalo tayangan ini adalah napak tilas dengan salah satu anak perempuan yang sempat dikirim ke jerman utk mendapat perawatan medis yang notabene adalah tia yang sempat bikin saya mangap barusan. dilatar belakang reporternya menuturkan kalau tia ini akhirnya mempunyai kontak yang baik dengan salah satu anggota tim dokter jerman. ketika harus mengakhiri tugasnya di aceh, dokter ini ngobrol dengan tia dan menanyakan cita2 tia. tia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi dokter gigi. walau tia tidak punya Abitur dan tidak berbahasa jerman, dokter ini menanggapi positif keinginan tia. setelah mendapat izin dari pimpinan timnya, dokter ini membicarakan keinginan tia dengan orangtuanya dan juga tentang rencana dokter ini membawa tia ke jerman. bukan hal yang mudah utk melepas anak gadis mereka begitu saja tapi orang tua tia realistis mereka tidak mampu menyekolahkan tia dan akhirnya merelakan tia untuk berangkat ke jerman. judulnya tia diberi kesempatan untuk belajar bahasa jerman, kalau tidak berhasil harus pulang ke aceh. alhamdulillah tia berhasil melalui semuanya dan menyelesaikan studinya di jerman. selama di jerman tia tinggal dirumah keluarga dokter tsb, dokter yang juga ayah dari beberapa orang anak. salut untuk tia! dan salut untuk dokternya yang bisa leyehan duduk dilantai dan makan pakai tangan 😀

***

2012-02-09 15.30

bagaimana dengan saya? ok kalau ditotal2 saya belajar bahasa jerman udah 17 bulan. kemampuannya? hehhehe jangan tanya soal ini, tobaaat.  ngomong yang penting2 di telepon misalnya tetep masih memerlukan bantuan suami untuk mengerjakannya. masih gak pede aja kalo gak lihat sendiri orangnya ngomong. lucunya kalau telefonan sesama Ausländer gak masalah, cincai gak malu karena sama2 masih banyak salahnya hahahah. gitu deh walau belajarnya udah masuk tingkatan C1, yang menjadi pe er utama adalah bagaimana menyortir dan menggunakannya secara alami…

ingin napak tilas aja, pertama kursus jerman itu privat di jakarta selama lima bulan sampai dapat Zerifikat A2.

***

2012-10-01 13.32kedua kalinya ikutan kursus gak jauh dari Wohnung dimana kami mukim. total2 kurleb lima bulan termasuk kelas orientasi. saat saya mulai kursusnya udah jalan dan mulai dari Modul 3. Modul 4 gak ikutan karena saya operasi. abis itu langsung masuk Modul 5 dan Modul 6. alhamdulillah bisa lulus Zertifikat B1.

***

setelah itu saya nerusin ngambil kelas B2 di HLL Dreieich selama tiga bulan. oh ya saat saya mulai di VHS ini kursusnya juga udah jalan sebulan.

***

yang terakhir berufsbezogenes Deutsch di startHAUS yang s.d. ini empat bulan sudah saya ikuti. thanks to kursus ini, walau harus mencari sendiri, saya mendapat kesempatan untuk menjalankan praktek di rs dimana saya akhirnya keterima kerja.  setelah membicarakan hal ini dengan guru Fach saya, saya tetap diberi kesempatan untuk mengikuti ujian februari nanti dengan catatan harus hadir di sekolah sekali seminggu. naga2nya sih karena masalah waktunya yang gak pas saya harus mengakhiri kursus ini sebelum waktunya, mal schauen!

***

2012-06-09 15.10 (1)btw setiap kursus selalu meninggalkan kenangan tersendiri. dan ada rasa berat saat menghadiri acara perpisahan diakhir masa kursus. rasa berat meninggalkan area nyaman dan harus memulai sesuatu yang baru. tapi hidup berjalan terus, walau ada rasa gamang,  saya akan melanjutkan perjalanan dan memulai masa kerja yang sebenarnya di jerman dan tetap mempunyai harapan kemampuan berkomunikasi bertambah membaik dengan berjalannya waktu, bismillahhirrahmanirahiim…

Diposkan pada Refleksi

lembaran baru

bulan baru, lembaran baru. dan kesempatan ini saya pakai untuk menandai titik balik hidup saya setelah operasi besar pengangkatan tumor jinak dan rahim awal september lalu. saya merasa benar2 siap menjalani kehidupan baru saya, hidup mengalir seperti air saja dan tidak stress2 lagi. peka mendengar  ‘peringatan’ tubuh, misal sekarang saatnya utk istirahat. tidak memaksakan diri lagi dalam mewujudkan segala keinginan dan juga tuntutan lingkungan. menjadi diri  sendiri saja dengan segala kekurangan dan kelebihan saya. tidak akan membuat diri stress lagi dengan hal2 diluar kontrol saya…

hari ini saya juga merasa benar2 siap utk menjalani kembali kursus bahasa jerman disini. soal semangat dari dulu selalu semangat, bedanya saya akan menikmati saja masa belajar bahasa jerman yg kemungkinan akan berakhir sekitar februari tahun depan. gak mau pake target2an lagi. soal2 lain akan saya pikirkan kalau memang udah waktunya saja. oiya hampir aja lupa. ada hal yg ingin saya syukuri yaitu udah bisa bersin dan batuk lagi *alhamdulillah yra* belum bisa heboh2 banget tapi saya udah  gak takut2 lagi utk bersin dan batuk… 🙂

Diposkan pada Refleksi

hikmah dibalik sakit…

bangun2 saya mendapat kabar yg sangat memukul perasaan, adik bungsu saya divonis gondok beracun. tak henti2nya dalam waktu singkat cobaan sakit menerpa kami kakak beradik. saya sedih sekali dan sesaat sempat kembali mempertanyakan keadilan allah. kenapa semua ini engkau timpakan kepada kami ya allah? kenapa bukan orang2 yg memunggungimu aja ya allah?? tapi seketika itu pula saya tersadar, ingat kalau ini godaan setan. ampunilah hamba yg mempertanyakan ‘pemberianmu’ ya allah. bukannya koreksi diri, malah berpikir golongan orang2 itulah sepantasnya ditimpa penyakit bukan hamba dan saudara2 hamba. emang hamba siapa ya allah? punya hak apa hamba ya allah kog lancang sekali, brani2nya menuding orang2 itu lebih pantas menerima musibah ketimbang hamba dan saudara2 hamba?? pada akhirnya hamba menyadari ya allah bahwa hamba tidak lebih baik dari umatmu yg lain. engkaulah yg maha mengetahui ya allah. ampunilah hambamu ini ya allah, rendahkan jugalah hati kami, kuatkan jugalah keimanan kami, berikan jugalah kepada kami kekuatan utk bersama2 melewati masa2 sulit ini. bimbinglah kami, tunjukilah kami jalan ya allah utk menjadi manusia2 yg lebih baik *amien amien yra*

berawal dgn akhir juni lalu ketika kakak saya  yg paling takut urusan sama rumah sakit terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit krn muntah2 dan panas tingginya yg tdk turun2. saat itu kk sedang bertugas di bogor. menurut dokter ada kemungkinan virus di hati kk. kakak saya bekerja sbg auditor di salah satu instansi pemerintah. tempo kerja kk tinggi sekali. baru nyampe rumah udah harus siap2 berangkat lagi. stp whatsapp-an mesti kk sedang berada ditempat lain.  foto kk di rs yg saya terima via whatsapp nyaris tdk saya kenali. kalau saja kk tdk mengenakan bajunya, perlu waktu utk saya mengenalinya kembali.  tiada hari tanpa air mata dan doa utk kesembuhan kk. kurang dari seminggu kakak diizinkan pulang ini juga krn kk bolak balik minta pulang. kk harus istirahat. alhamdulillah setelah beberapa saat hasil pemeriksaan lab kk normal. pelan2 secara bertahap kk mulai beraktifitas seperti biasa lagi.

di bulan suci kemarin giliran saya ketahuan punya Myome segede apaan tau dan harus segera di operasi. mendengar kata operasi saja bukan main stressnya kk. belum lagi ditambah berita rahim saya harus diangkat. yg ada krn kk menangis sengungukan. yg ada bikin saya ikut2an nangis juga. walau saya sendiri cemas tp berusaha menenangkan kk dgn mengatakan bhw penyakit ini penyakit biasa yg diderita kaum hawa. jd walo dioperasi bukan sesuatu hal yg spesial alias sdh dilakukan ribuan kali oleh dokter2. saya cuma minta didoakan op-nya lancar dan bisa pulih spt sedia kala.

dan hari ini berita adik divonis gondok beracun. gondok dan tiroid bukan penyakit asing dalam keluarga kami. sekurang2nya dua kakak ibunda saya menderita penyakit ini. kemudian saya dan sepupu kami. sebenarnya kebanyakan penderita tiroid adalah kaum hawa. sedihnya adik saya masuk prosentase kecil kaum adam yg terserang penyakit ini. menurut dokter dalam setahun dua tahun kedepan benjolan di lehernya akan mengempes.

didera penyakit mengingatkan saya kepada penghiburan yg saya terima sewaktu sakit kemarin, bahwa allah sedang ‘meninggikan’ saya. meninggikan ini artinya apa saya temukan di belantara dunia maya setelah mengetik kata2 hikmah dibalik sakit….

RAHASIA DIBALIK SAKIT oleh abu hasan putra (http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html)

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).

Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir).

dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia:

1. sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, „Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya” (HR. Muslim)

2. sakit menghapuskan dosa:

ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan.

sebagaimana firman Allah ta’ala: „Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“ (surat asy-Syuura: 30)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya” (HR. Muslim)“

3. sakit akan membawa keselamatan dari api neraka:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, „Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi“(HR. Muslim)

oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya.

bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

4. sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya:

wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, „Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri“ (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

5. terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah:

wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: „Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini, amin…