Diposkan pada Guest Post, Menikah & Tinggal di Jerman

proses pengajuan eAT 2017 (Aufenthaltstitel)

hallöchen,

postingan pertama di tahun 2017, thanks to NH! tentang proses mengganti visa nasional yang berlaku tiga bulan ke visa izin tinggal tiga tahun di tempat tinggalnya di Bundesland Bayern. thanks yaaa… mudah2an saya jadi ikutan semangat posting lagi.

oh ya dua bulan belakangan ini saya ikutan olahraga beban, tiga kali seminggu. gak lama-lama sih cukup satu jam aja. maklum selain diabetes saya juga kena kolesterol (suka merinding nih klo inget gimana lahapnya makan gulai otak dan soto yang ada jeroannya). yasut gak ada kata terlambat, olahraga juga merupakan cara terbaik yang dilakukan untuk menurunkan kolesterol. mudah-mudahan klo kadarnya udah ok gak perlu lagi minum obat kolesterol. oh ya waktu pertama ikutan BMI saya 25,7 – dua bulan sesudah itu 25,2 – turun 0,5 gak banyak tapi ok deh sedikit lagi bisa masuk ke range normal (18,5-25). targetnya bisa nurunin berat badan ke angka 55 sebelum berusaha mencapai target utama 50 kg…

====

Proses Pengajuan eAT 2017 (Aufenthaltstitel)

 

Setibanya di Jerman (Bayern) aku langsung daftar pernikahanku ke Standesamt tempat tinggalku sekalian proses penambahan nama keluarga dari suami. Setelah urusan dokumen tentang penambahan nama selesai dilanjutkan dengan dengan pembuatan Aufenthaltstitel (ijin tinggal / residence permit).

Pengalamanku sendiri adalah menunggu surat undangan dari Ausländerbehörde, suamiku sempet telepon juga ke ABH menanyakan tentang proses selanjutnya. Ga lama setelah dokumen penambahan nama selesai, datanglah surat undangan / panggilan untuk menghadap ABH alias untuk apply Aufenthaltstitel (ijin tinggal / residence permit) ini. Di surat tersebut dijelaskan dokumen apa saja yang wajib dipersiapkan –> Invitation letter from Ausländerbehörde (surat undangan dari ABH)

Dokumen yang dibawa ASLI dan COPY nya sebagai berikut :

1 Passport yang masih berlaku + halaman yang ada visa kumpul keluarga JERMAN
2 1 lembar photo biometrik
3 Slip gaji 3 bulan terakhir dari suami
4 Kartu asuransi
5 Formulir pernyataan jika kita tinggal disatu rumah, di isi lengkap dan ditandatangani (Formulir dari ABH dikirim bersamaan dengan surat undangan dari ABH)
6 Formulir permohonan Aufenthaltstitel; diisi lengkap dan ditandatangani (Formulir dari ABH dikirim bersamaan dengan surat undangan dari ABH) –> Form – Antrag auf eAT 1 (formulir pengajuan izin tinggal)
7 Bayar cash EURO 110

Prosesnya kurang lebih 4-6 minggu; eAT ku jadi sebulan. Pihak ABH akan mengirimkan surat mengenai Aufenthaltstitel kita. Jika sudah menerima surat ini dari ABH, maka segera menghubungi ABH untuk buat janji pengambilan kartu Aufenthaltstitel. Waktu pengambilan aku datang sendiri ke ABH. Aufenthaltstitel ini berlaku selama 3 tahun, berhubung saya pendatang baru di Jerman sejak Oktober 2016.

===

terlampir Durschführung des Aufenthaltsgesetzes –> Durchführung des Aufenthaltsgesetzes (AufenthG).. (formulir surat keterangan bahwa pasangan bersangkutan tinggal bersama) – dari surat undangan ABH nya itu ,,Belehrung über die eheliche Lebengemainschaft, sama contoh formulir aplikasi nya, cuma bagian depan aja. formulir aplikasi nya sendiri ada 6 halaman. isinya tentang data pribadi dan data orang tua di indonesia. Sewaktu aku datang aku bawa juga berkas buku nikah plus terjemahannya. Biasanya kalau urusan sama petugas pemerintah Jerman, semua berkas aku bawa semua, seandainya di tanya hehe

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

pembuatan izin tinggal baru

Pembuatan Izin Tinggal Baru
Pembuatan Izin Tinggal Baru

dapet paspor baru artinya harus buat kartu izin tinggal yang baru lagi sekalipun izin tinggalnya permanen. kenapa? karena nomor paspor dan masa berlaku paspor tersebut dicantumkan di kartu izin tinggal. rugi banget mengingat kartu izin tinggal saya baru aja dibuat tahun lalu. yasut sekali ini aja sih. kedepannya masa berlaku kartu izin tinggal saya udah sinkron dengan masa berlaku paspor, lima tahun.

jadilah begitu udah tau kira-kira paspornya bisa diambil kapan, saya telepon bikin janji dengan Ausländerbehörde. Kepengennya sih biar sekaligus selesai di hari yang sama dengan jadwal pengambilan paspor, sayang terminnya seminggu sesudah pengambilan paspor. ok berikut adalah persyaratan yang diperlukan untuk pembuatan izin tinggal baru tersebut:

  1. paspor lama dan paspor baru (asli)
  2. izin tinggal (asli)
  3. satu lembar foto biometris
  4. dan biaya pembuatan izin tinggal sebesar 60 Euro

di hari yang ditentukan, begitu ngliat nama yang ada di paspor baru saya, si mbak petugasnya langsung bla bla soal Full Name. duh apa lagi deh ini. menurut petugas ini nama yang dicantumkan di kartu izin tinggal saya mengikuti nama lengkap yang ada di paspor, artinya tidak dipisahkan nama keluarganya. nah lo bingung gak? ok biar sama-sama bingung mari kita liat model kolom nama yang ada di paspor indonesia dan paspor jerman:

Pembuatan Izin Tinggal Baru
Pembuatan Izin Tinggal Baru

di paspor Jerman, ada kolom nama keluarga (Surname) dan kolom nama pemegang paspor ybs (Given names). katakanlah namanya keluarganya Merkel (sebagai contoh aja ya), maka nama tersebut tercantum di kolom pertama. sementara nama pemberiannya Angela Dorothea akan dicantumkan di kolom kedua.

Pembuatan Izin Tinggal Baru
Pembuatan Izin Tinggal Baru

bagaimana dengan paspor Indonesia? semuanya ada dibawah satu kolom nama lengkap #hadaooo

Pembuatan Izin Tinggal Baru
Pembuatan Izin Tinggal Baru

balik ke kartu izin tinggal, di atas adalah penampakan izin tinggal saya yang sekarang. kolom di bawah nama ada dua baris. baris pertama untuk nama keluarga (Surname) dalam hal ini Merkel. nah di baris berikutnya baru nama pemberian ybs (Given names) yaitu Angela Dorothea. nah di kartu izin tinggal yang baru nanti kalo saya gak salah kopi nama saya akan jadi satu baris saja seperti di paspor yaitu Angela Dorothea Merkel. saya tanya dong efeknya nanti urusan dengan bank dll. menurut dia gak masalah. tapi model petugasnya ngebetein banget gitu deh. dalam hati gak salah saya dong kalau kolom di paspor kita seperti itu. dan bilang kalau punya surat dari Standesamt soal klarifikasi nama. setelah mendapat chips saya keluar untuk membayar biaya pembuatan di mesin automat yang ada di kantor imigrasi tersebut. bisa pakai EC-Karte atau uang tunai.

2015-05-13 13.14.32

Pembuatan Izin Tinggal Baru
Pembuatan Izin Tinggal Baru

kirain beres dong ya langsung dapet kartunya kan udah permanen cuma ganti kartu baru aja. ternyata enggak lho harus nunggu surat dari Berlin lagi kurleb 2 s.d. 3 minggu dan bikin janji baru untuk ngambil kartu #capeeekdweh

ketika ditanya soal gimana sampe dapet kartu baru apa perlu surat keterangan dijawab tidak perlu. paspor baru udah refer ke paspor lama. jadi kalo ada keperluan paspor lama juga harus dibawa… ok d.

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

pembuatan paspor baru

Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru

udah waktunya ngajuin pembuatan paspor baru lagi. ngajuinnya langsung di konsulat, tidak melalui pos. cepet juga sih kurang dari seminggu setelah berkas dimasukin paspornya udah bisa diambil. kalo diliat di site KJRI proses pembuatan paspor baru adalah 5 hari kerja #siiip.

Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru

berikut adalah persyaratan yang diperlukan untuk pembuatan paspor baru di KJRI FFM:

  1. Formulir Permohonan Pembuatan Paspor yang telah diisi lengkap dan ditandatangani. tautannya bisa diunduh di https://www.docdroid.net/WtbU5CS/perdim-14-versi-updated-1.pdf.html
  2. Paspor lama yang masih berlaku (maksimal enam bulan)
  3. Bukti pembayaran pembuatan paspor biasa 24 halaman sebesar  10 Euro ⇒ udah gak bisa bayar pakai EC-Karte lagi (Empfänger: Indonesisches Generalkonsulat, IBAN: DE96 5007 0010 0175 1627 00)
  4. dua lembar Pas Foto biometrik terbaru (maksimal tiga bulan) dengan latar belakang putih atau abu-abu muda
  5. Fotokopi Meldebestätigung ⇒ gak perlu minta yang baru cukup pake kopi yang udah ada aja dengan catatan alamatnya masih sama (asli diperlihatkan kepada petugas)
  6. Fotokopi Aufenthaltstitel (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas)

nah waktu bikin foto nih, dilalah pas udah kefoto saya inget kalo dulu untuk keperluan dokumen eks Indonesia kupingnya harus keliatan. saya gak tau apakah peraturan ini masih berlaku atau tidak. yasut daripada nanti bolak balik kupingnya harus keliatan saya lempeng-lempengin aja minta difoto ulang. alhamdulillah si mbaknya gak terus minta harus bayar dobel 🙂 oh ya foto biometris untuk dokumen disini gak ada omong-omongan kupingnya harus keliatan. jadilah saya benerin rambut lagi sambil ditungguin si mbaknya yang noco gitu dan orang-orang yang udah juga udah ngantri dari sebelum studionya buka #geraaahdwehpadahaldingin.

Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru
Pembuatan Paspor Baru

ok di atas adalah info jam Pelayanan Jasa Kekonsuleran dan di bawah adalah alamat dan nomer telepon Bagian Paspor & Lapor Diri KJRI FFM:

Zeppelinallee 23
60325 Frankfurt a.M.
Tel. +49 (69) 2470 9811 (jam pelayanan telepon antara jam 14.30 s.d. 15.30)

transportasi dari Frankfurt Hbf:

  • dengan U-Bahn U4 arah Bockenheimer Warte, turun di Stasiun Bockenheimer Warte (pemberhentian terakhir)
  • atau Straßenbahn 16 arah Ginnheim, turun di Stasiun Bockenheimer Warte
Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Niederlassungserlaubnis #4

izin tinggal permanen
izin tinggal permanen

akhirnya kartu izin tinggal permanennya keluar juga. mmm semua menjadi melambat disini kalau urusannya jatuh saat libur musim panas. ceritanya setelah melengkapi semua persyaratan untuk izin tinggal permanen saya diwanti-wanti kalau sampai dengan tanggal 7 juli belum ada surat dari Berlin diminta untuk secepatnya menghubungi Ausländerbehörde. berhubung s.d. tanggal tersebut gak ada tanda-tanda jadilah suami telepon Contact Person yang mengurusi dokumen saya. jawabannya status permohonannya telah disetujui dan butuh waktu kurleb 3 minggu sampai dengan kartu saya dikirim dari Berlin. nah tanggal 1 agustus kemarin surat yang ditunggu-tunggu dateng juga, berisi PIN dan pemberitahuan kalau kartu izin tinggal elektroniknya udah jadi. kartunya sendiri harus diambil sendiri di kantor imigrasi wilayah kami. mmm harus bikin janji lagi, berhubung teleponnya gak diangkat-angkat suami ngimel dan setelah imelnya dikirim suami ngasih tau kalau telepon yang dicantumin di imel nomor hape saya #huaaamatideh

bener aja hari senin kemarin Beamtinnya telepon ke hape. saya yang biasanya selalu ragu mengangkat nomer yang gak ada di daftar kontak saya terpaksa menjawab panggilan telepon tersebut. dan kejadian setelah teleponnya ditutup saya jadi ragu-ragu sendiri jam appointment yang udah disetujui tadi jam 15 kurang 10 atau jam 15.50 #hadaooo gak bisa lain selain langsung telepon suami minta dia telepon Beamtin saya untuk mastiin jam. mmm gak terlalu jelek ternyata semua angka yang saya ingat benar kecuali posisinya hahahhaah gak sembuh-sembuh selalu lemot kalau sudah menyangkut angka-angka dalam bahasa jerman.

***

di hari h-nya saya nyampe setengah jam dari jam yang udah ditentukan. sempet mampir ke apotik segala dan juga beli roti untuk ganjel perut. di apotik hampir aja resep obat thyroid saya ditolak karena resepnya sudah lebih dari 28 hari. haduuuh gawat bener mana Hausarzt saya libur musim panas s.d. minggu depan. itu sebab resepnya saya urusin waktu check-up juli kemarin. untuuung banget apotiknya lagi sepi dan sambil bilang lain kali gak boleh telat ngambil obat Verkäuferinnya bersedia mengutak-ngatik manual mesin kassanya #legaaa

beres dari sana masih ada waktu 15 menit dan menyegarkan diri di toilette dulu. gak lama duduk satu demi satu bangku yang disediakan di depan ruangan tempat Beamtin saya duduk dipenuhi pemirsa. body languagenya mmm model-model pada mau nyalib. dua menit sebelum jam appointment, pemirsa sebelum saya keluar dari ruangan sang Beamtin. normalnya Beamtinnya nih yang keluar jemput pengunjung selanjutnya. tapiii tanpa menunggu sang Beamtin saya memutuskan untuk berdiri dan sambil mengetuk pintu mlongok ke dalam pasang bodi disana. Beamtinnya mlongo nih ngliat saya dan nanya apa saya udah janji -udah Frau jam 15.50, Frau xxx. si Frau langsung ngliatin jam dan daftar di agendanya. saya yakin saat itu pasti waktu menunjukkan 15.50 soalnya langsung dipersilahkan duduk #mhuahahhahaha. coba kalau enggak mesti dijamin disuruh keluar lagi dan nunggu dipanggil lagi…

prosesnya cepet banget karena pas nyampe di Bahnhof lagi jam menunjukkan 16.08. padahal itu udah pake harus ngecek data di kartunya udah bener apa belum plus sempet nanya-nanya lagi soal berapa biaya kalau nanti harus apply kartu baru lagi karena walau izin tinggalnya permanen di kartu tersebut dicantumkan tanggal berlaku paspor yang berakhir tahun depan. dan jawabannya cukup bikin kuping berdiri juga, 65 Euro! atau 950 ribu rupiah. wah gak salah nih naiknya dua kali lipat lebih dari info pas saya lagi masukin permohonan ijin tinggal bulan mai lalu #gubrak

izin tinggal permanen
izin tinggal permanen

oh ya izin tinggal tambahan yang ditempel di paspor waktu saya mudik kemarin distempel ungültig alias gak berlaku lagi…

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Niederlassungserlaubnis #3

nerusin postingan beberapa waktu yal soal izin tinggal permanen. berikut adalah solusi dari Ausländerbehörde kalo dalam masa penantian sampe kartu izin tinggal elektroniknya sampe ditangan ada rencana ke luar negeri. untuk keperluan seperti ini kita mendapat izin tinggal sementara yang berlaku selama enam bulan. kalo selama ini izin tinggal dan paspor terpisah, maka izin tinggal sementara ini ditempel di paspor. persyaratannya mudah kog, sbb:

2015-04-08 18.27.29

  • tiket perjalanan
  • kartu izin tinggal elektronik yang lama
  • surat keterangan yang berlaku tiga bulan yang menerangkan bahwa izin tinggal ybs sedang dalam proses
  • dan biaya administrasi sebesar 10 Euro

 

di hari dan waktu yang ditentukan saya datang untuk menyerahkan dokumen yang diminta. kebetulan hari itu Beamtin yang menangani izin tinggal saya sedang cuti jadilah rekannya yang memeriksa kelengkapan persyaratan tersebut. setelah disetujui Beamter-nya menyiapkan semacam kartu untuk membayar biaya administrasi. saya pikir 10 Euro itu bisa dibayarkan tunai aja ya, ternyata enggak petugas di kantor imigrasi disini memang sama sekali tidak berurusan langsung dengan uang.

2015-05-13 13.14.32

2015-05-13 13.13.20

berhubung kali ini saya datang sendiri jadilah untuk pertama kalinya saya berurusan dengan mesin otomatis penerimaan uang tersebut. untungnya saya termasuk rombongan pertama yang mereka terima setelah tutup jam makan siang jadi di tempat pembayarannya belum ada antri. kesempatan yang tidak boleh disia-siakan untuk segera motoin mesin otomatis ini mhuahahahaha. yang cukup mengagumkan posisi monitor mesin otomatisnya bisa diatur kalo yang bayar duduk di kursi roda #ancungjempol. #kewl pemerintah invest mesin yang tidak murah ini untuk mengurangi tanggung jawab berurusan dengan uang tunai. oh ya di mesin ini kita bisa membayar secara tunai atau dengan kartu.

2015-05-18 06.32.46

2015-05-18 06.32.58

setelah selesai membayar, kartu untuk membayarnya ditelan mesin dan saya menerima secarik tanda terima. setelah memperlihatkan bukti pembayaran, Beamter yang mengurusi izin tinggal tersebut meminta kartu izin tinggal saya yang sudah habis masa berlakunya untuk „dirusak” dan menandatangani dokumen yang ada pada mereka. sebagai gantinya saya menerima kembali paspor saya dengan tempelan izin tinggal yang berlaku s.d. bulan November. dengan catatan apabila s.d. bulan Juli kartu aslinya belum juga datang juga saya diminta untuk segera menghubungi beliau.

2015-05-13 13.42.34

2015-05-13 13.43.33

oh ya terakhir saya kepengen share aja kalau sejak mengurus izin tinggal permanen saya merasakan petugas di kantor imigrasi ditempat saya agak santaian dan tidak kaku seperti sebelumnya. gak tau juga apa karena sekarang saya sudah bisa berkomunikasi lebih baik dalam bahasa Jerman atau gimana…

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Niederlassungserlaubnis #2

 

2015-04-07 18.05.56

kepengen ngapdet postingan soal permohonan izin tinggal permanen saya di jerman bulan januari yal.

kurleb dua minggu sesudah melengkapi  semua persyaratan untuk keperluan tersebut dan mengirimkannya dengan pos tercatat, saya menerima surat panggilan dari kantor imigrasi yang berisi termin dan informasi apa yang harus dibawa pada hari yang telah ditentukan:

  • biaya administrasi sebesar 135 Euro
  • surat panggilan diatas
  • paspor
  • formulir permohonan yang telah dilengkapi
  • dan suami

2015-04-07 18.10.31

pas tak perhatiin formulir permohonan yang dikirim bareng dengan surat panggilan tersebut, tanggal berlakunya izin tinggal permanen yang dicantumkan disana adalah persis satu hari setelah berakhirnya izin tinggal sementara yang saya pegang saat ini. hmmm ternyata gak ada efeknya memang ngajuin lebih awal…

***

dihari yang ditentukan janjian ketemuan dengan suami di kantor imigrasi. dari rs saya langsung meluncur kesana, begitu juga dengan suami. sempet deg-degan pas ganti kereta karena kereta jurusan Dietzenbach pake acara keterlambatan segala. suami juga kena dampak. begitu nyampe disana dan liat jam di hape, alhamdulillah masih ada waktu seperempat jam, jadi bisa ke toilet dulu. nah suami nih sempet bikin ketar-ketir, karena dia harus nunggu kereta berikutnya. untung aja dua menit sebelum waktu yang ditentukan baru deh keliatan batang hidungnya #hadaooo

tepat jam 16.00, Beamtin yang ngurusin izin tinggal keluar dari ruangannya dan memanggil nama saya. setelah berbasa-basi sebentar Beamtin-nya membalik-balik file saya dan mengatakan kalau dia membutuhkan foto biometris. -lho? kan udah saya lampirkan waktu itu bareng surat permohonan. barusan saya lihat kog fotonya. si Beamtin-nya ngeyel gitu deh bilang kalo itu foto lama. tapi saya berusaha meyakinkan kalau itu foto baru. lah iyalah wong ekstra waktu itu foto dan minta izin untuk membantu menyarikan foto tersebut di antara dokumen yang ada ditangan beliau. yang untungnya diizinkan. gak lama deh fotonya ketemu juga. setelah Beamtin-nya ngebandingin foto tersebut dengan foto yang ada di paspor saya baru deh dia percaya #pyuhhhlegabanget

2015-04-08 18.27.59

selanjutnya kami diminta untuk membayar biaya administrasi sebesar 135 Euro. saya tetap tinggal didalam dan suami keluar menyetorkan uang administrasi yang disediakan disana. petugasnya tidak berurusan langsung dengan uang. oh ya setorannya bisa tunai bisa pakai EC-Karte. sambil ngetik beliau menginformasikan kalau Berlin lagi full dan gak janji kalau kartunya keluar sebelum tiga bulan. artinya perkiraan kartunya baru keluar sekitar bulan juli. setelah itu saya diminta mengecek data yang diinput apakah sesuai atau tidak karena tidak boleh ada kesalahan data. kesalahan sedikit saja urusannya panjang harus ngurus kartu baru lagi. artinya uang lagi. setelah semuanya ok baru membubuhi tanda tangan pada specimen tanda tangan dan scanned sidik jari…

2015-04-08 18.27.29

tidak lama kemudian Beamtin-nya menyerahkan secarik kertas yang berisi keterangan yang berlaku selama tiga bulan yang menerangkan bahwa saya memegang izin tinggal disini. hal ini penting karena izin tinggal saya hanya berlaku s.d. tanggal 13.05.2015

untuk pertanyaan paspor saya yang berlaku s.d. tahun depan. walau sudah dapat izin tinggalnya permanen di kartu akan dicantumkan masa berlaku paspor. kalau paspornya sudah diperpanjang harus lapor ke kantor imigrasi dan dibuatkan kartu baru. biayanya 30 Euro. aaaa rugi bandar deh mana masa berlaku paspor indonesia hanya lima tahun saja. bandingkan dengan paspor jerman yang masa berlakunya sepuluh tahun. sempet iseng nanya apa gak bisa seperti di kantor walikota, data alamat lama ditempelin stiker alamat baru dan dicap. gak bisa ternyata karena urusan paspor menyangkut urusan dengan (perwakilan) negara lain.

untuk pertanyaan gimana kalau di antara masa tunggu sampai kartu izin tinggalnya ditangan kepengen keluar negeri. ternyata gak cukup dengan surat keterangan yang dikeluarkan barusan. kantor imigrasi harus mengeluarkan izin tinggal yang berlaku selama enam bulan dan ditempel di dalam paspor. biayanya 10 Euro. ini juga harus bisa menunjukkan bukti tiket perjalanannya…

ah tidak mudah dan butuh biaya untuk mempertahankan si ijo, walau begitu saya sungguh tetap mencintainya…

2015-04-08 18.29.20

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Niederlassungserlaubnis

bagi pemegang befristete Aufenthaltserlaubnis (izin tinggal terbatas) yang menikah dengan orang jerman, setelah tiga tahun tinggal di jerman bisa mendapatkan izin tinggal permanen (Niederlassungserlaubnis/ unbefristete Aufenthaltserlaubnis). bagi yang suami/ istrinya hanya memiliki izin tinggal permanen dan atau pemegang paspor jerman,  pemohon baru bisa mengajukan izin tinggal permanen setelah lima tahun tinggal di jerman. namun kedua kondisi diatas tidak berlaku apabila pemohon terputus-putus lama tidak tinggal di jerman, ada kemungkinan besar permohonan ybs untuk mendapatkan izin tinggal tetap di jerman ditolak.

waktu cepat sekali berlalu, tanpa terasa izin tinggal terbatas yang saya peroleh tahun 2012 berakhir masa berlakunya pertengahan mai tahun ini. sudah saatnya mulai mengurus segala kertas yang diperlukan untuk memperpanjang izin tinggal tersebut. biar gak bolak balik jadilah suami yang dimintai tolong untuk menghubungi Beamter di Ausländerbehörde untuk menanyakan surat-surat apa saja yang diperlukan. kenapa suami? yah seperti biasa hanya demi alasan gampangnya aja, akibat pengalaman kurang menyenangkan menyangkut perteleponan dengan bahasa jerman yang sampe kapanpun gak bakalan bisa sempurna 😦 dilalah udah berapa kali telepon, telepon tersebut tidak ada yang menjawab…

Ausländerbehörde di Dietzenbach
Ausländerbehörde di Dietzenbach

waktu berjalan terus sampai akhirnya suami memutuskan mendatangi Bürgerservice untuk menanyakan nomer yang bisa dihubungi dan mendapat secarik kertas dengan nomor yang notabene sama, capek deh. akhirnya pas kebetulan lagi off saya mendatangi saja Ausländerbehörde yang mengurusi pemohon dari kota dimana kami tinggal dengan membawa segembol surat keterangan yang sekiranya diperlukan biar sekalian beres. nyampe disana garing bener hanya diberi secarik kertas yang ditulisi Ansprechpartner yang bisa dihubungi untuk bikin janji… aj aj aj. ok judulnya kalau pernah punya nomer kontak di Ausländerbehörde simpan nomer tersebut.

2015-01-22 10.53.32

 

***

singkat cerita suami akhirnya berhasil menghubungi Beamtin yang bertanggung jawab mengurusi izin tinggal saya. itupun setelah meninggalkan nama dan nomer teleponnya di mesin penjawab. berhubung izin tinggal saya berakhir baru pertengahan mai, menurut Frau N. terlalu cepat kalau diurus dari sekarang. proses permohonan Niederlassungserlaubnis butuh waktu antara 3-4 minggu dan meminta suami untuk menghubungi beliau kembali awal april. berikut adalah surat-surat yang saya perlukan untuk mendapatkan izin tinggal permanen disini:

  • biometrisches Foto
  • Verdienstnachweise der letzten 3 Monate
  • Arbeitsgeberbescheinigung
  • Wohnraumbescheinigung
  • Familienauskunft vom Einwohnermeldeamt
  • Zertifikat B2 Deutsch
  • 135 Euro Bearbeitungsgebühr

etapi diakhir pembicaraan Frau N. mengatakan kalau persyaratan-persyaratan diatas sudah lengkap semua boleh dikirim per pos dari sekarang-sekarang, alhamdulillah. 3-4 minggu kan teorinya ya. kalau bisa diurus dari sekarang mendingan dari sekarang aja jadi gak kepikiran lagi…

***

biometrisches Foto

 

2015-01-25 15.27.31

untuk empat lembar foto biometris biaya yang saya keluarkan 14 Euro atau bisa lebih murah tergantung foto studio yang digunakan.

biometrische Foto gehört  zu biometrisches-passbild.net
biometrische Foto gehört zu biometrisches-passbild.net

sejak awal november 2010, penggunaan foto biometris untuk dokumen penting menjadi sebuah keharusan di jerman. berikut adalah informasi foto biometris tersebut:

  • ukuran foto paspor biometris 3,5 x 4,5 cm
  • ukuran wajah yang tampil didalam foto antara 70-80% permukaan foto
  • foto harus tajam dan cahayanya rata
  • latar belakang foto harus satu warna, terang dan tanpa pola
  • kepala harus tegak, mata terbuka dengan tatapan ke arah kamera
  • ekspresi muka netral dengan mulut tertutup
  • tutup kepala hanya diizinkan karena alasan agama
  • untuk anak-anak dan bayi berlaku ketentuan khusus

***

Verdienstnachweise 

 

2015-01-25 15.17.21berhubung saya udah kerja jadi bukti slip gaji yang dilampirkan bukan fotokopi slip gaji suami melainkan fotokopi gaji tiga bulan terakhir milik saya sendiri.

***

Arbeitsgeberbescheinigung

 

2015-01-25 14.16.35surat keterangan kerja ini bisa diunduh dari internet. bagian seperti nama dan alamat bisa diisi sendiri selebihnya dilengkapi oleh HR dimana kita bekerja.

***

Wohnraumbescheinigung

 

2015-01-25 14.16.49Wohnraumbescheinigung untuk pemohon yang tinggal di rumah kontrakan. untuk pemohon yang tinggal di rumah milik sendiri surat yang diperlukan adalah Grundbuchauszug. surat keterangan ini diperlukan untuk bukti bahwa pemohon dan keluarganya tinggal di ruangan dengan ukuran memadai. jadi di formulir ini harus mengisi siapa aja yang tinggal di rumah tersebut, berapa luas kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi, koridor dll. nah formulir ini, kecuali data saya, selebihnya diisi oleh pemilik rumah.

oh ya berhubung saya tinggal di Kreis Offenbach formulirnya boleh ngunduh dari sini http://www.kreis-offenbach.de/media/custom/350_1141_1.PDF

***

Familienauskunft 

surat keterangan keluarga satu ini harus minta di Einwohnermeldeamt.

***

Zertifikat B2 Deutsch

 

2015-01-25 15.20.29nah kalo yang ini rasanya B1 aja cukup ya. gegara suami bilang saya punya Zertifikat B2 Beamtin-nya minta lampiran sertifikat kursus bahasa jerman B2. hadaooo saya gak punya Zertifkat B2, adanya cuma keterangan udah mengikuti kursus jerman B2. jadilah selain sertifikat B1 saya lampirkan juga surat keterangan mengikuti kursus bahasa jerman B2 dan satunya lagi kursus jerman B2 „Mit Sprache in den Beruf”

***

Bearbeitungsgebühr

semua persyaratan ini tidak perlu diantar sendiri dan bisa dikirim lewat pos tercatat. apabila semuanya udah ok Frau N. akan memberikan termin. di hari yang ditentukan diharuskan membayar biaya administrasi sebesar 135 Euro atau setara dengan Rp1,850,000.

Bismillahirrahmanirahiim…

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

elektronischen Aufenthaltstitel (eAT) – 2

jumat kemarin dapet surat pemberitahuan dari Berlin kalo elektronischen Aufenthaltstitel (eAT)-nya udah dikirim ke Ausländerbehörde di Dietzenbach. dan saya ambil hari ini, karena kebetulan hari ini sekolah saya off sehari. saya datengnya agak siangan, wah yang ada antriannya udah panjaaang banget. setelah memberitahukan keperluan saya, petugasnya meminta paspor saya dan mencocokannya dengan data mereka. kemudian saya diberi nomer antrian. wah pas liat nomernya alamat deh nunggunya bakalan lama. dan bener aja hampir 2,5 jam. untung sebelah saya orangnya asyik jadi ngobrol2. kirain dia lagi ngurusin izin tinggal juga krn tak liat lagi baca2 catetan dalam bahasa jerman campur huruf arab. ternyata dia udah lama banget tinggal disini. iseng aja tak tanyain daripada basi apa dia lagi belajar bahasa jerman juga 🙂 ternyata pas dia mulai ngomong ketahuan deh orangnya seneng ngobrol ha ha ha… dia dimintain tolong sama kakaknya untuk ngurusin Einladung untuk ibu mereka. jadi deh saya usaha sebisanya ngobrol pake bahasa jerman. tapi orangnya enak deh baik juga kalo saya gak bisa diulangin lagi pake bahasa jerman yg benar. kita ngobrol sambil sesekali ngliatin Anzeigeschild. sampe pintu masuk ditutup kita belum masuk2 juga. untungnya gak lama dia masuk saya juga masuk. kita termasuk beberapa orang terakhir yang ada diruangan. pesan moralnya kalo mau urusan dengan Ausländerbehörde usahain dateng sepagian sebelum pintu masuk mereka dibuka.

nyampe didalem mereka meminta paspor saya. ketika mereka menanyakan apakah saya ingin online akses eAT, saya iyain aja. jaga2 aja kalo suatu waktu saya membutuhkan akses on-line. abis itu paspor saya dibalikin lagi plus dapet kartu eAT. sama satu lagi pesan dari mereka kalau kartu dan paspor ini harus selalu bersama2. loh kenapa? pas tak balik2 ternyata gak ada tempelan izin tinggal di paspor, ok d. btw saya dapet perpanjangan izin tinggal untuk tiga tahun *alhamdulillah* nyampe rumah pas lagi ngopi paspor dan kartu eAT, baru ngeh kalo izin tinggal saya di negara lain udah distempel Ungültig sama mereka 😦

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Krankenversicherung

bagian depan Krankenversicherungskarte
bagian depan Krankenversicherungskarte

hal lain yang kita urus adalah Krankenversicherung (Krank=sakit, Versicherung=asuransi alias asuransi kesehatan kali ya…) ok, saya ikutan Krankenversicherung-nya suami, AOK, dan terdaftarnya sebagai  Familienversicherung. persyaratan dari AOK hanya dua yaitu Heiratsurkunde dan Anmeldungbestätigung. jadinya lumayan cepetsemingguan  setelah persyaratannya dikirim ke AOK. dan gak berapa lama kartunya langsung kepake. pertanyaan dari Arzthelferin-nya udah pernah jadi pasien mereka atau belum,  punya Krankenversicherungskarte  atau enggak? lier euy, ngomongnya cepet amittt sampe saya minta langsam bitte… setelah itu saya diminta untuk membayar €10. pembayaran ini berlaku per kuartal. hitungannya jan-mar; apr-jun; jul-sep dan okt-dec. untuk obatnya harus bayar sendiri*das its logisch* 🙂  ok, namanya sakit gak bisa direncanain ya tapi tips aja nih kalo mau ke dokter pas2in diawal jatuhnya kuartal. karena kalo enggak misal kita ke dokternya bulan juni, nanti juli harus bayar lagi €10 untuk kuartal ketiga jul-sep. kunjungan pertama ke dokter disini adalah untuk keperluan cek hormon (obat saya udah mau abis) dan keluhan lainnya. sesudahnya saya dapet empat termin kedepan yaitu tes EKG, Ultraschalldiagnostik, Blutentnahme und Überweisung an Gynäkologe. hasil EKG-nya OK *alhamdulillah*, untuk pemeriksaan lainnya sesudah Urlaub. btw lagi ngitung2 berapa duit yang harus saya keluarin waktu cek hormon terakhir di jakarta. adaooo tobat deh belum lagi dokter spesialis dan obat2nya. judulnya jangan sakit aja kalo gak punya uang… *sambil mimpi suatu hari sistem kesehatan di indonesia bukan lagi soal kemampuan finansial sso tapi sudah menjadi hak setiap warga negara indonesia, amien…*

Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

elektronischen Aufenthaltstitel (eAT) – 1

hari ini saya ke Ausländerbehörde utk mengurus izin tinggal saya di jerman. bukanya jam 8. tapi kita dateng agak pagian krn antriannya dah pasti panjang apalagi hari ini hari senin. bener aja pas kami nyampe di pintu masuk udah banyak orang. begitu pintunya dibuka langsung ngambil posisi. gak pake sistem ngambil nomor, melainkan mesti ngantri didepan loket yg dilayani satu petugas. saat gilirannya tiba kami menyampaikan keperluannya apa dan diminta utk memperlihatkan paspor asli dan menyerahkan dua pas foto biosimetris. setelah itu saya mendapat satu formulir dan nomor antrian. saat ngantri sampe kami masuk sempet liat dua keributan. ampun d teteb hari begindang ada yg mau nyalib. dateng blakangan tapi mau masuk duluan.

selesai ngisi formulir, gak lama nomor kami kliatan dilayar. disana terpampang harus masuk ruang berapa. didalam saya menyerahkan formulir yg sudah diisi, dua foto biosimetris, kopi paspor, kopi Heiratsurkunde (akta nikah) dan kopi Bescheinigung über Namensändrung (surat keterangan ganti nama). setelah selesai memproses seluruh data, kami mendapat kartu dgn chips untuk digunakan membayar biaya administrasi sebesar € 110 di ATM yg ada didalam gedung Ausländerbehörde. saya mendapat izin tinggal yg berlaku selama tiga tahun. setelah memperlihatkan bukti pembayaran kami mendapat Bestätigung über die Berechtigung zur Teilnahme am Integrationskurs (surat keterangan berhak utk mengikuti kursus integrasi). izin tinggalnya sendiri baru bisa diambil dalam empat minggu.