Diposkan pada Masalah Sosial

pelecehan seksual

Mainhattan dari lantai empat Krankenhaus Sachsenhausen
Mainhattan dari lantai empat Krankenhaus Sachsenhausen

hal yang saya takuti terjadi juga. dalam perjalanan menuju ketempat kerja saya di Sachesenhausen, saat menaiki jembatan Eiserner Steg di kota tua Frankfurt, Römer, saya kena pelecehen seksual (Sexual Belästigung). saya pilih jalan ini karena musim panas biar masih jam setengah enam pagi udah terang. saat kejadian memang saya sedang gak waspada. sambil jalan sambil asyik dengan pikiran saya sendiri. tiba2 saya merasa pantat saya dikremek2 *maaf saya gak tau kata yang lebih baik utk menggambarkannya* saya sangat terkejut dan saat membalikkan badan jantung saya berdetak kencang, orang yang tidak saya kenal!  dalam posisi agak diatas dan dia dibawah seharusnya saya bisa menendang orang ini. tapi saya ketakutan untung aja masih bisa teriak. orang ini langsung membalikkan badan dan lari turun menuju Römer. laki2 yang saya taksir berusia antara 27-30 tahun, kulit kecoklatan dan memiliki tatapan mata tidak menyenangkan. mengenakan sepatu jogging dan kelihatan seperti olahraga padahal cari mangsa. sesampainya di seberang orang ini masih sempat2nya membalikkan badan dan melihat saya sekali lagi. sambil masih berteriak2 dan memaki saya berusaha mengambil foto orang ini tapi ndilalah hape saya kog lambreta sekali. saya sempat mengamati sekeliling dan tidak keliatan satu orangpun didekat2 sana.

dengan kepala berasap2 saya melanjutkan perjalanan ke rs. sesampainya disana setelah mengetahui permasalahannya rekan2 meminta saya pulang dan secepatnya lapor polisi. disini ternyata ada yang namanya „Anzeige gegen unbekannt” atau menuntut orang yang tidak dikenal. tapi saya memilih untuk meneruskan pekerjaan dan janjian dengan suami untuk ke kantor polisi setelah usai jam kantor.

***

laki2 pengecut itu. jarak gambar yang saya ambil kurleb 20 meter dari atas jembatan
laki2 pengecut itu. jarak gambar yang saya ambil kurleb 20 meter dari atas jembatan

dengan berbekal foto yang gak terlalu jelas ini suami dan saya mendatangi kantor polisi terdekat di Berlinerstr. 25 (Stadtpolizei Innenstadtwache). Polisi yang menerima kami sangat simpatik sekali. sayangnya polisi di kantor ini tidak berwenang menangani kasus seperti saya dan meminta kami untuk mendatangi Polizeirevier yang ada di Zeil 33. pun begitu dia tetap mencatat laporan saya dan akan memperhatikan laporan tersebut.

***

2014-06-27 16.21.38

jadilah biar udah capek saya hari itu juga ke kantor polisi yang ada di Zeil ini. nah disini polisinya lebih gahar2. setelah menunggu sesaat kami diterima oleh polisi yang tadi menanyakan keperluan kami. polisi yang masih sangat muda dan rada2 tengil. awalnya dia gak mau terima laporan saya karena saya tidak bawa paspor. setelah saya ngomel2 akhirnya dia mau juga menerima kartu izin tinggal sebagai bukti diri. btw dari cara dia menginterogasi saya yakin orang2 yang kena pelecehan gak bakalan mau laporan. untung aja suami menemani saya. menurut dia selama dia bekerja belum pernah sekalipun ada laporan pelecehan seksual dari tempat kejadian yang saya alami. dengan sepet saya jawab selalu ada pertama kali untuk apapun. saya laporan bukan karena over reaktif tapi lebih ke tindakan preventif. gak hanya untuk saya tapi juga perempuan2 lain yang melintas disana entah karena bekerja atau sekedar berolah raga. jaga2 gak terjadi yang lebih buruk dari itu. jawabannya lebih bikin sepet lagi. jumlah polisi di Frankfurt terbatas dan gak bisa cuma gara2 kejadian ini stand by disana. duh ini orang belum aja kali ya kejadian sama saudara perempuannya atau ibunya atau anaknya! wong saya gak minta ada polisi stand by paling enggak jam2 segitu kelihatan polisi wara wiri disana *grrr* setelah mencatat dan membacakan kembali apakah sesuai atau tidak saya menandatangani laporan yang dibuat oleh polisi ini. walau kesel dan gondok saya sabar2in aja karena ingat berdasarkan pengalaman buruk saya apapun menyangkut kejahatan harus lapor kalau tidak gak ada kasus. pembicaraan diakhiri dengan dia gak janji kalau masalah ini ada kelanjutannya tergantung proses di meja berikutnya.

***

setelah kejadian itu saya beli Pepper Spray yang banyak dijual di toko2 senjata yang ada di Kaiserstraβe, di depan Frankfurter Hbf. Pepper Spray yang saya pilih harganya lumayan mahal tapi kalo disemprot, semprotannya lurus dan gak balik kekita. hal lain saya memilih lewat jalan lain yang jadi bikin saya nyampe di bagian saya tepat jam enam pagi. sebetulnya saya gak demen nih dateng mepet2 begini. saya senang datang sedikit lebih awal biar bisa santai2 nyisir2 dulu, pepees, minum teh dll.

***

2014-07-27 16.25

gak dinyana sepuluh hari setelah kejadian tersebut saya dapat surat undangan dari Polizeipräsidium Frankfurt. seperti biasa suami menemani saya. biasa orang2an sawah. walaupun secara garis besar saya bicara sendiri tetapi berdasarkan pengalaman pribadi dan juga teman2 yang lain urusan2 penting dengan birokrat disini sebaiknya jangan pernah pergi sendiri. selalu didampingi keluarga atau kenalan yang berbahasa jerman. tanpa saksi apapun bisa diputarbalikan kecuali kalau kita udah gape bener bahasa jermannya.

tapi ternyata Beamter yang menjemput kami sangat simpatik sekali. alhamdulillah padahal udah siap2 perang hahaa ternyata hari itu saya diminta untuk melihat foto2 yang disortir berdasarkan deskripsi yang saya berikan. suami gak boleh ikutan masuk. gapapa deh. foto yang saya lihat lumayan banyak. duh serem2 deh muka2 orang yang ada didalam file mereka. akhirnya saya bisa menunjuk satu orang dengan embel2 orang ini kulitnya lebih putih dari yang saya lihat. dan ternyata menurut polisi yang ganteng ini orang yang saya tunjuk sudah dua tahun tidak tinggal di Frankfurt. ya gitu deh berhubung tidak bisa menemukan orang yang tepat kasusnya tidak dilanjutkan. yasut paling enggak laporan saya diperhatikan dan saya diberi kesempatan untuk melihat2 foto yang ada di arsip polisi di Frankfurt. sambil mengantar saya kembali kepada suami, polisi yang tidak terlihat seperti polisi ini mengatakan mereka menyebar banyak polisi berpakaian preman dititik2 rawan kejahatan termasuk didaerah yang saya lalui tersebut. walau sempat pesimis jadi terhibur juga mendengarnya…

ketika saya tanya soal Pfefferspray (Pepper Spray), polisi yang paling banter baru 35 tahunan ini bilang kalau semprotan merica tidak disarankan polisi, mengingat tidak semua orang punya reflek yang cepat. yang terjadi adalah sebelum kita sempat menyemprot, penjahatnya udah keburu duluan merebut semprotan yang bikin buta sesaat ini. dan kitanya yang malah kesemprot. bukannya jadi mempertahankan diri kitanya yang jadi klilipan dan penjahatnya bebas melakukan aksi. dan langsung dipraktekan dengan meminta saya pura2 menyemprot dia. ada benernya juga bisa jadi karena refleks saya lambat jadilah saya diplintir dan semprotannya berpindah tangan dan mengarah balik kesaya… *lieur ah*

yang sangat disarankan oleh polisi yang sangat tinggi ini adalah menarik perhatian orang2 lain dengan berteriak sekencang2nya jangan berhenti sampai orang lain datang. berteriak adalah solusi terbaik untuk menghentikan tindakan kejahatan. kegaduhan yang kita buat membuat penjahat panik. jadi berteriaklah sekencang2nya, jangan diam! jangan biarkan penjahat2 sex  ini senang karena kita malu!

***

oh ya tepat sebulan setelah kejadian saya memberanikan diri untuk mengambil jalan yang sempat saya hindari ini. jam stengah enam pagi dibulan juli relatif lebih gelap dari bulan juni. kejadiannya ditangga berbatu merah pada foto diatas. model tangganya memungkinkan untuk orang berniat tidak baik. saya berusaha waspada dan stand by dengan Pepper Spray plus membaca ayat yang selalu saya baca sepanjang jalan. kenapa? ya dihari kejadian ndilalah saya lalai mengamalkan ayat yang biasanya tidak pernah lupa saya amalkan tersebut. walahualam… saya ambil hikmahnya saja mungkin allah mencubit saya…

Iklan
Diposkan pada Masalah Sosial

rekor pengangguran akibat krisis ekonomi eropa

dari daftar pencarian di blog pasanganjerindo.com diantaranya adalah soal kemiskinan dan pengangguran akibat resesi ekonomi di eropa. yang ingin saya tampilkan disini adalah statistik dari koran on-line die Welt. angka yang ditampilkan adalah prosentase pengangguran usia 15-25 tahun di 27 negara uni eropa. per bulan april rata2 tingkat penganggurannya 23,5%. tingkat pengangguran paling rendah ada di jerman (7,5%) dan tingkat pengangguran tertinggi ada di yunani (27,6%). dipaparkan juga alasan2 generasi muda yunani berpendidikan tinggi pindah ke jerman. diantaranya sistem pendidikan di yunani yg tdk menyesuaikan dgn lapangan pekerjaan. spt yunani mencetak terus insinyur ttp tidak diimbangi dgn industrinya.

***

Quelle: welt.de
Quelle: welt.de

gambar diatas adalah angka pengangguran di jerman yang dihitung berdasarkan Bundesland atau negara federal masing2, yang bervariasi antara 3,2% dan 16% (juni 2013). pada gambar tsb terlihat prosentase penganggur pria dan wanita, penganggur usia dibawah 25 tahun dan penganggur dengan latar belakang imigran.

***

sedikit sbg gambaran saya tampilkan juga perbandingan tingkat pengangguran di Hessen dan Berlin:

penganggur Hessen Berlin
pria 5,76% 12,35%
wanita 5,73% 10,72%
dibawah 25 tahun 5,25% 11,89%
dgn latar belakang imigran 12,67% 21,72%

***

detail tingkat pengangguran di berbagai Bundesländer atau negara2 federal lainnya bisa diunduh pada tautan sbb (bagian paling bawah) http://www.welt.de/wirtschaft/article117601611/Euro-Rezession-treibt-Arbeitslosigkeit-auf-Rekord.html

Quelle: welt.de

Diposkan pada Masalah Sosial

peningkatan tajam kemiskinan dan pengangguran di uni eropa

4.bild
Quelle: Bild.de

saya posting lagi soal kemiskinan dan pengangguran di eropa karena ternyata tema ini cukup menarik dilihat dari statistik pembaca yang nyasar ke blog ini lewat mesin pencari. gak mendalam, hanya menyajikan kembali prosentase kemiskinan dan pengangguran di eropa hasil bacaan di koran-online Bild.

penyebab utama kemiskinan adalah pengangguran. gambar diatas memperlihatkan peta kemiskinan dan pengangguran di eropa.  kemiskinan dan pengangguran yang meningkat tajam dalam lima tahun terakhir terutama di negara2 eropa selatan dan timur. prosentase paling tinggi ada di spanyol dan paling rendah di Austria:

  • Spanyol 26,9%
  • Yunani 26,0%
  • Portugal 16,3%
  • Irlandia 14,6%
  • Slovakia 14,5%
  • Latvia 14,1%
  • Siprus 14,0%
  • Lithuania 12,5%
  • Bulgaria 12,4%
  • Italia 11,1%
  • Hungaria 10,9%
  • Polandia 10,6%
  • Perancis 10,5%
  • Slovakia 9,6%
  • Estonia 9,5%
  • Swedia 8,1%
  • Denmark dan Finlandia 7,9%
  • Inggris 7,8%
  • Republik Ceko 7,4%
  • Belgia 7,4%
  • Malta 6,9%
  • Rumania 6,7%
  • Belanda 5,6%
  • Jerman 5,4%
  • Luksemburg 5,1%
  • Austria 4,5%

artikel selengkapnya di http://www.bild.de/geld/wirtschaft/europaeische-union/armer-sueden-reicher-norden-so-gespalten-ist-europa-28011168.bild.html

Diposkan pada Masalah Sosial

meningkatnya angka kemiskinan di jerman

Quelle: Bild.de
Quelle: Bild.de

belakangan gak dikoran2 gak di tv kerap dibahas soal  meningkatnya angka kemiskinan di jerman. apapun itu memang selalu ada dua sisi mata uangnya. sekalipun jerman masuk kategori negara makmur, ternyata gak luput dari masalah kemiskinan. menurut armut.de, garis kemiskinan di jerman dan negara2 eropa lainnya  dihitung dari prosentase median pendapatan nasional negara tersebut:

  • masuk resiko garis kemiskinan, apabila pendapatannya 60% dari median pedapatan nasional.
  • masuk garis kemiskinan adalah apabila pendapatannya 50% dari median pendapatan nasional.

misalnya median penghasilan nasional 1500 Euro per bulan, maka 900 Euro hitungannya masuk kedalam resiko garis kemiskinan dan 750 Euro masuk garis kemiskinan. detail lengkap tentang kemiskinan di jerman bisa dibaca disini.

salah satu penyebab utama kemiskinan adalah akibat menganggur. dan menganggur ini bisa terjadi pada siapapun. saat ini angka pengangguran di jerman adalah sebesar 2,75 juta (angka terakhirnya bisa dilihat disini). hasil studi Hans-Böckler-Stiftung yang saya temukan di koran on-line Bild (14.11.), menunjukkan bahwa antara 20% s.d. 25% penduduk di kota2 besar jerman seperti Leipzig, Dortmund, Duisburg, Hannover, Bremen dan Berlin ditahun 2011 hidup dalam garis kemiskinan (daftar selengkapnya bisa diihat disini). selain prosentase kemiskinan diperlihatkan juga angka penerima tunjangan penganggur dan sosial Hartz IV-nya. penerima tunjangan Hartz IV tertinggi adalah penduduk ibukota jerman, Berlin, sebesar 20,7%. Frankfurt ada diperingkat 12, dengan 15,6% penduduk yang hidup dibatas garis kemiskinan dan 12,4% penerima tunjangan Hartz IV-nya

Hartz diambil dari nama Peter Hartz, yang memimpin komisi pengajuan „Moderne Dienstleistungen am Arbeitsmarkt“ tahun 2002. Hartz IV adalah jaminan untuk orang yang bisa bekerja tetapi tidak bekerja. siapapun yang menganggur dan membutuhkan seperti ini diberi tunjangan yang setara dengan tunjangan sosial. tidak perduli apa pendidikan dan berapa uang yang didapat sebelumnya saat masih bekerja. akan menerima tunjangan sebesar 345 Euro. sebagai tambahan sampai orang tersebut dibayarkan uang kontrakan dan biaya tambahan sewa lainnya hanya s.d. besar ukuran kontrakan tertentu.

rabu malamnya masalah kemiskinan ini muncul diacara debat Anne Will  di Das Erste, soal semakin banyaknya sanksi bagi penerima Hartz IV. Anne Will ditayangkan cukup larut pk. 23.30, tapi berhubung suka jarang sekali saya lewatkan. ada tayangan ulangnya sih tapi gapapalah cuma seminggu sekali ini. intinya debat ini mempertanyakan apakah biro tenaga kerja sudah melakukan pekerjaanya dengan baik atau tidak. yang saya tangkap adalah makin lama menganggur semakin kecil kemungkinan untuk bisa kembali bekerja apalagi mendapat pekerjaan tetap. ditambah adanya kebijaksanaan Minijob 400 Euro. para pemberi kerja yang mempekerjakan orang2 dengan bayaran 400 Euro ini tidak punya kewajiban untuk membayarkan asuransi dan teman2nya. artinya kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan tetap dengan gaji memadai semakin mengecil. karena kalo ada pilihan untuk Minijob, kenapa pemberi kerja harus pusing2 merekrut pekerja tetap?? sementara kesejahteraan sosial datang dari sepertiga gaji kotor para pekerja. usia pensiun di jerman adalah 67 tahun. tunjangan apapun itu salah satunya datangnya dari hasil pemasukan pajak. kalo jumlah penerima tunjangannya terus meningkat apa kabar? pada kesempatan lain saat wartawan mewawancarai anak2 yang orangtuanya penerima  Hartz IV, saat ditanya kalo udah besar mau jadi apa? mau jadi penerima Hartz IV aja karena masuk setiap bulan uang pasti masuk kedalam rekening… tragis!

penyebab kemiskinan lainnya selain pengangguran adalah:

  • uang gaji yang terlalu rendah.
  • hutang
  • kurangnya pendidikan
  • perceraian /orangtua tunggal
  • keluarga dengan banyak anak
  • imigran

oh ya disini ada yang namanya eksistensi minimum, yaitu kebutuhan mendasar manusia untuk bisa bertahan hidup. diluar kebutuhan fisik adalah pandangan bahwa setiap orang harus diberi kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

menurut angka yang saya temukan di cecu.de, standar eksistensi minimum di jerman tahun 2012 adalah sbb:

  • lajang: 7.896 Euro (658 Euro per bulan )
  • pasangan suami istri: 13.272 Euro (1.106 Euro per bulan)
  • anak: 4.272 Euro per tahun (356 Euro per bulan)

uang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sbb:

  • makanan, pakaian, perawatan badan dan barang kebutuhan sehari2.
  • rumah
  • listrik
  • asuransi kesehatan dan perawatan

ok balik ke soal pengangguran. dari beberapa teman sekelas yang menerima uang pengangguran, mereka bisik2 soal Schwarzarbeit. yang kerja dan mempekerjakan, dua2nya tidak bayar pajak. sedikit2 saya dengar soal pajak disini yang ribet suribet. contohnya misal dua2nya kerja lebih menguntungkan kalo satunya mengambil Minijob. karena kalo dua2nya bayar pajak, salah satu dari kita penghasilannya dipotong 50%. pengalaman saya bagusan dinegara sebelumnya, dasar pemotongan gaji adalah jumlah kotor penghasilan masing2. pun begitu pekerja gelapnya gak kurang banyaknya. mentalitet, memanfaatkan sistem dengan menerima uang pengangguran atau tunjangan lainnya tapi diam2 kerja.

tujuan utama bayar pajak lainnya adalah kalau kita sakit dan mendadak kehilangan pekerjaan, siapapun bisa sakit dan kehilangan pekerjaan. kalo saya dari dulu lempeng2 aja, dari pertama kerja langsung kerja ‘beneran’ yang ada kewajiban bayar pajaknya. hal yang sangat saya bangga bisa melakukannya. uang pajak di negara2 eropa barat jelas larinya kemana. kita juga kog yang menikmati. seperti masuk rs kemarin, padahal asuransi saya cuma asuransi anggota keluarga alias nebeng suami. biayanya hampir mencapai 4000 Euro. dan biaya yang dikenakan kepada kita hanya 50 Euro saja. untuk biaya kamar selama empat hari. itupun  ditagihnya dua bulan kemudian. dan bayarnypun pake tenggang waktu satu bulan pula.

minggu keempat januari tahun depan saya ujian DTZ. cita2nya bisa lulus B1. kursus orientasi yang masuk dalam bagian kursus integrasi selesai kira2 pertengahan februari. sesudah itu? kepengennya sih bisa mencoba peruntungan masuk kedalam pasaran kerja. misal belum bisa saya mau nerusin B2 dulu. yang penting jangan sampe nganggur. terus terang disini garing kalo kita gak punya kegiatan sendiri. dan yang kedua jangan sampe jadi statistik, nambah2in angka pengangguran…