Diposkan pada Daily Life, Health

musibah dan cobaan

musibah dan bencana dalam kitab dan Sunah ada dua sebab secara langsung, disamping hikmah Allah Ta’ala dalam qodo dan qadar-Nya.

sebab pertama: dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang. baik kekufuran, kemaksiatan atau dosa besar. maka Allah Azza Wajalla menguji disebabkan pelaku kemaksiatan melakukannya berlebihan sebagai hukuman yang disegerakan.

Sebab kedua: keinginan Allah Ta’ala untuk meninggikan derajat orang mukmin yang sabar. Sehingga dicoba dengan musibah agar redo dan bersabar. Dan akan diberikan pahala orang-orang sabar di akhirat. Ditulis di sisi Allah termasuk orang yang beruntung. Dimana cobaan seringkali mengiringi para nabi dan orang-orang sholeh tanpa meninggalkan mereka. Allah menjadikan sebagai kemulyaan bagi mereka agar mendapatkan derajat tinggi di surga. Oleh karena itu telah ada hadits shoheh dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

( إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ )

رواه أبو داود (3090) ، وصححه الألباني في “السلسلة الصحيحة” (رقم/2599)

“sesungguhnya seorang hamba ketika didahului kedudukan di sisi Allah, dimana amalannya tidak sampai (kepadaNya), maka Allah akan mengujinya di badan atau harta atau anaknya.” HR. Abu Dawud, (3090) dinyatakan shoheh Albany dalam ‘Silsilah Shohehah, no. 2599.”

***

musibah dan cobaan
musibah dan cobaan
musibah dan cobaan

tepat 40 hari setelah adik meninggalkan kami untuk selama-lamanya, ibunda terjatuh dan mengalami patah tulang paha atas. ya begitulah sepertinya musibah dan cobaan itu datangnya sekaligus. belum kering air mata kehilangan adinda tercinta, dapat kabar yang membuat hati lebih tidak karu-karuan lagi ibunda terbaring tidak berdaya di rs. tidak ada cara lain selain angkat koper dan cari tiket untuk pulang ke jakarta. kalau terjadi apa-apa, seumur hidup saya tidak akan bisa memaafkan diri sendiri 🙁 musibah seperti ini bisa menimpa siapa saja dan datangnya tidak bisa ditentukan. saya hanya punya cuti terencana satu minggu di bulan juni tapi karena ini musibah, atasan alhamdulillah pengertian untuk memajukan cuti-cuti saya di bulan lainnya  dimana kami berencana untuk liburan di indonesia.

ok, untuk teman-teman yang menikah lintas negara dan tidak tinggal di indonesia, masalah kita sama yaitu jarak. artinya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri. apakah sudah siap jika terjadi sesuatu di tanah air?

musibah dan cobaan

patah tulang paha atas gak ada pilihan lain selain dipasangi kateter karena bergerak sedikit saja sakitnya auzubillah. tapi ibu saya dari masuk ke rs sampai saya datang tidak dipasangi kateter. setelah menuggu dan mendapat kesempatan berbicara langsung dengan dokternya, akhirnya suster memasangkan kateter. yang pasti menolong jadi tidak perlu tambah menderita tiap sebentar harus ganti pampers. hati sayapun tenang bisa memanfaatkan ilmu dan merawat langsung ibunda yang telah susah payah mengandung dan melahirkan kami semua.

musibah dan cobaan
musibah dan cobaan
musibah dan cobaan
musibah dan cobaan

soal operasi kami putuskan bersama mengingat usia ibunda yang sudah sepuh (81 tahun). apapun resikonya akan kami tanggung, karena membiarkan ibunda tidak ditangani secara medis juga akan membuat hari-harinya tidak berkualitas. setelah menunggu 12 hari akhirnya ibunda dioperasi oleh dokter yamot dan dokter yosi. dokter yosi berjanji apabila ada slot yang kosong jadwal OP ibunda dipercepat. alhamdulillah dari jadwal sebelumnya hari jumat jadwal OP ibunda dimajukan menjadi hari kamis. yang membuat hati jadi lebih tenang setelah mendengar ortopedi di rs fatmawati merupakan salah satu ortopedi terbaik di jakarta. di tempat lain mungkin ibunda harus menunggu 2-3 bulan sebelum bisa ditangani. setelah ibunda masuk ruang OP menjadi hari terlama dalam hidup kami, bolak-balik memandangi apakah lampu kamar OP nya sudah padam. sebagai manusia kami hanya bisa berdoa dan berserah diri kepada sang khalik. alhamdullillah setelah menunggu berjam-jam kami dipanggil untuk menjemput ibunda dan ikut mengantar beliau ke HCU.

musibah dan cobaan
musibah dan cobaan

di HCU cuma semalam, besokannya ibunda sudah bisa masuk kamar perawatan biasa. masih sakit tapi tidak sesakit sebelum dioperasi. psikis juga karena pasti ibunda trauma berat setelah jatuh tempo hari. hari-hari sesudah itu menjadi ujian buat kami semua bagaimana bisa memobilisasi kembali ibunda. berkejaran dengan waktu karena mepet mau lebaran. sama juga seperti disini sebisanya pasien dipulangkan. sebelum OP dokternya janji ibunda sudah bisa pulang sebelum lebaran. artinya setelah belajar duduk, berdiri dan berjalan. ketiganya ini diatas kertas butuh waktu tiga hari. tapi karena hari kejepit dan juga week-end  ahli terapinya baru datang hari senin. nah yang garing saat visite dokter jaganya bilang hari itu juga ibunda sudah bisa pulang. tentu saja saya tidak setuju. kebetulan saat visite ini saya sudah pulang ke rumah. kita aplusan jadi saat pembicaraan ini terjadi yang lagi jaga ibunda itu kakak saya. begitu nyampe di rs lagi saya menyampaikan keberatan kami. alhamdulillah setelah disampaikan ke dokternya, beliau setuju karena sudah melihat sendiri keadaan ibunda. akhirnya ibunda diizinkan tinggal paling tidak sampai hari rabu. tapi hari kamisnya atau sehari sebelum hari raya, kami sepakat untuk pulang saja karena tidak ada kemajuan berarti. sulit memang untuk memobilisasi ibunda, karena demensia dan juga trauma akibat jatuh. lebih baik dilanjutkan di rumah saja dikelilingi oleh orang-orang yang dikenal ibunda. sampai saya pulang kami bersama-sama melatih ibunda untuk berdiri dari tempat tidur dan pindah ke kursi roda. untuk latihan jalannya sejauh ini baru satu kali berhasil sd lima langkah sesudah itu macet karena ibunda mogok jalan 😔 pun begitu kami tidak putus asa dan selalu mencoba. oh ya ibunda duduk minimal tiga kali sehari selama satu-dua jam untuk sarapan, makan siang dan makan malam. kegiatan ini diteruskan untuk tindakan preventif supaya badannya tidak kaku dan juga mengurangi resiko kena radang paru-paru apabila terlalu banyak berbaring. kegiatan duduk ini juga untuk bikin capek supaya malamnya bisa tidur enak.

oh ya jujur saja saya terkesan karena tidak terlalu mengikuti lagi dan tidak tau kalau ternyata kita sudah mempunyai asuransi kesehatan yang berfungsi. yang kurang ok itu mungkin cuma satu yaitu kerepotan bolak-balik untuk setiap aktifitas mulai dari alat OP harus minta persetujuan bpjs. artinya harus siap bolak balik minta stempel dan ttd. serta kopi yang harus ditembus ke setiap bagian. saat kembali ke bpjs untuk mengurus administrasi, ternyata bpjs mencover seluruh biaya operasi dan biaya selama ibunda dirawat di rs. untuk kursi roda, alat jalan, pampers dan obat harus ditanggung sendiri. yah gapapa lah porsi terbesarnya sudah ditanggung bpjs…

ok untuk yang belum punya bpjs sudah saatnya mulai diurus dari sekarang. bayar iuran bpjs disaat kita sehat dan bisa menggunakannya kapan saja saat dibutuhkan.

musibah dan cobaan

hal lain selain mengurus ibunda adalah mengunjungi makam adik. perpisahan tanpa bisa melakukannya langsung dan menyaksikannya dengan mata kepala mata sendiri tidaklah mudah. saya harus merelakan supaya adik tenang disana. alhamdulillah kakak saya memutuskan untuk memakamkan jenazah adik di tanah wakaf tidak jauh dari rumah orang tua kami. bersebelahan dengan tante saya yang meninggal empat tahun yal. jadi kalau mau ziarah bisa kapanpun.

musibah dan cobaan

sebelum pulang juga begitu kita ziarah lagi ke makam almarhum adik dan ayah saya. cuma yaitu disana sini keliatan sampah bekas bungkusan bunga rampai. gak hanya di makam tanah wakaf tapi cuma di pemakaman umum. sayang sekali… bikin mata senep aja.

Iklan
Diposkan pada Allgemein

surat yasin dan doa sesudah membaca surat yasin arab latin dan terjemahannya

selamat jalan adikku sayang

hari ini genap seminggu setelah elo ninggalin kita semua… 😢

begitu banyak hal yang kita angan-angankan bersama…

tapi Allah punya rencana yang lebih baik lagi untuk elo…

temenin papa disana ya bem jadi papa gak sedirian lagi, biar kita yang jagain mama disini…

yasin dari gw dan orang-orang yang sayang sama elo untuk bekal disana elo…

***

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يسٓ

Yaa siin

1.”Yaa siin.

وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

Wal Qur-aanil hakiim(i)

2. “Demi Al Quran yang penuh hikmah,”

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

Innaka laminal mursaliin(a)

3. “Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,”

عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

‘Alaa shiraathim mustaqiim(i)

4. “(yang berada) diatas jalan yang lurus,”

تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Tanziilal ‘aziizir rahiim(i)

5. “(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,”

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

Li tundzira qauman maa undzira aabaauhum fahum ghaafiluun(a)

6. “Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.”

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu`minuun(a)

7. “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.”

إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ

Inna Ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun(a)

8. “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.”

وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ

Waja ‘alnaa min baini aidiihim saddan wa min khalfihim saddan fa aghsyainaahum fahum laa yubshirrun(a)

9. “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.”

وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

Wa sawaa-un ‘alaihim a-andzartahum amlam tundzirhum laa yu`minuun(a)

10. “Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.”

إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

Innamaa tundziru manittaba’adz dzikra wa khasyiyar rahmaana bil-ghaib(i), fabasy-syirhu bi magfiratin wa ajrin kariim(in)

11. “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan [1264] dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.”

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum, wa kulla syai-in ahshainaahu fii imaamim mubiin(in)

12. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

Wadhrib lahum matsalan ash-haabal qaryati idz jaa-ahal mursaluun(a)

13. “Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.”

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

Idz arsalnaa ilaihimuts naini fakadz dzabuuhumaa fa’azzaznaa bi tsaalitsin faqaaluu innaa ilaikum mursaluun(a)

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu.”

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا تَكْذِبُونَ

Qaaluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa anzalarrahmaanu min syai-in in antum illaa takdzibuun(a)

15. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.”

قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

Qaaluu rabbunaa ya’lamu innaa ilaikum lamursaluun(a)

16. Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.”

وَمَا عَلَيْنَا إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ

Wa maa ‘alainaa illal balaghul mubiin(a)

17. “Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.”

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Qaaluu innaa tathayyarnaa bikum la-in lam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim(un)

18. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.”

قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Qaaluu thaa`irukum ma’akum, a-in dzukkirtum, bal antum qaumum musrifuun(a)

19. Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas.”

وَجَآءَ مِنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ رَجُلٞ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

Wa jaa-a min aqshal madiinati rajuluy yas-‘aa qaala yaa qaumit tabi’ul mursaliin(a)

20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu.”

 اتَّبِعُوا مَنْ لا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Ittabi’uu man laa yas-alukum ajran wa hum muhtaduun(a)

21. “Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

وَمَا لِيَ لا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Wa maa liya laa a’budul ladzi fatharanii wa ilaihi turja’uun(a)

22. “Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?”

أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ

A-attakhidzu minduunihii aalihatan in yuridnirrahmaanu bidhurril laa tughnii ‘annii syafaa ‘atuhum syai-aw wa laa yunqidzun(i)

23. “Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?”

إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Innii idzal lafii dhalaalim mubiin(in)

24. “Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.”

إِإِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

Innii aamantu birabbikum fasma’uun(i)

25. “Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.”

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

Qiilad khulil jannata qaala yaa laita qaumii ya’lamuun(a)

26. Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke syurga” [1265]. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.

بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

Bimaa ghafaralii rabbii wa ja-‘alnii minal mukramiin(a)

27. “Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ

Wa maa anzalnaa ‘alaa qaumihii min ba’dihii min jundim minas sama-i wa maa kunnaa munziliin(a)

28. “Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.”

إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

In kaanat illaa shaihataw wahidatan faidzaa hum khaamiduun(a)

29. “Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.”

يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Yaa hasratan ‘alal-‘ibaadi ma ya`tiihim mir rasuulin illaa kaanuu bihii yastahziuun(a)

30. “Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.“

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لا يَرْجِعُونَ

Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minalquruuni annahum ilaihim laa yarji’uun(a)

31. “Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka [1266].”

 وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Wa in kullul lammaa jamii’ul ladainaa mukhdharuun(a)

32. “Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.”

وَآيَةٌ لَهُمُ الأرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

Wa aayatul lahumul ardhul-maitatu ahyainaahaa wa akhrajnaa habban faminhu ya`kuluun(a)

33. “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.”

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

Waja-‘alnaa fiihaa jannaatim min nakhiilin wa a’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ‘uyuun(i)

34. “Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,”

لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلا يَشْكُرُونَ  

Liya` kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afalaa yasykuruun(a)

35. “supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Subhaanalladzii khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun(a)

36. “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ

Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara faidzaahum muzhlimuun(a)

37. “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.”

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Wasy-sayamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiirul ‘aziizil ‘alim(i)

38. “dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

Wal qamara qaddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal’urjuunil qadiim(i)

39. “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua [1267].”

لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Lasy-syamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qamara wa lallailu saabiqunnahaar(i), wa kullun fii falakin yasbahuun(a)

40. “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”

وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum filfulkil masyhuun(i)

41. “Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.”

وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun(a)

42. “dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu [1268].”

وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلا صَرِيخَ لَهُمْ وَلا هُمْ يُنْقَذُونَ

Wa in nasya` nughriq-hum falaa shariikhalahum wa laa hum yunqadzuun(a)

43. “Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.”

إِلا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ

Illaa rahmatan minna wa mataa’an ilaaihiin(in)

44. “Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.”

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Wa idzaa qiilla lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa khalfakum la’alakum turhamuun(a)

45. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).”

وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

Wa maa ta`tiihim min ayatin min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiin(a)

46. “Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.”

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ

Wa idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumullaahu, qaalal ladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth-‘imu mal lau yasyaa-ullaahu ath-‘amahuu, in an tum illaa fii dhalaalim mubiin(in)

47. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.”

 وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum shaadiqiin(a)

48. Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?.”

مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

Maa yanzhuruuna illaa shaihataw waahidatan ta`khudzuhum wahum yakhish shimuun(a)

49. “Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja [1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.”

فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

Falaa yastathii-‘uuna taushiyatan wa laa ilaa ahlihim yarji’uun(a)

50. lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.”

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

Wa nufikha fish-shuuri fa idzaa hum minal aj-daatsi ilaa rabbihim yansiluun(a)

51. “Dan ditiuplah sangkalala [1270], maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.”

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Qaaluu yaa wailanaa man ba’atsanaa min marqadinaa haadzaa maa wa-‘adar-rahmaanu wa shadaqal-mursaluun(a)

52. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).

إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ

In kaanat illaa shaihataw waahidatan fa idzaahum jamii’ul ladainaa muhdharuun(a)

53. “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.”

فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Falyauma laa tuzhlamu nafsun syai-aw wa laa tuj-zauna illaa maa kuntum ta`maluun(a)

54. “Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.”

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

Inna ash-haabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun(a)

55. “Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).”

هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

Hum wa azwaajuhum fii zhilaalin ‘alal araa-iki muttakiuun(a)

56. “Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.”

لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ

Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun(a)

57. “Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.”

سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

Salaamun qaulam mir rabbir rahiim(in)

58. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun(a)

59. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.”

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Alam a’had ilaikum yaa banii aadama anlaa ta’budusysyaithaana innahuu lakum ‘aduwwum mubiin(un)

60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Wa ani’buuduunii, haadzaa shiraathum mustaqiim(un)

61. “dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

Wa laqad adhalla minkum jibillan katsiiran afalam takuunuu ta’qiluun(a)

62. “Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?.”

هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Haadzihi jahannamul latii kuntum tuu’aduun(a)

63. “Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).”

اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Ishlauhal yauma bimaa kuntum takfuruun(a)

64. “Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.”

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun(a)

65. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ

Walau nasyaa-u lathamasnaa ‘alaa a’yunihim fas-tabaqush-shiraata fa-annaa yubshiruun(a)

66. “Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).”

 وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ

Walau nasyaa-u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathaa’uu mudhiyyaw walaa yarji’uun(a)

67. “Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.”

وَوَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

Wa man nu’ammirhu nunakkis-hu filkhalqi afalaa ya’qiluun(a)

68. “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya) [1271]. Maka apakah mereka tidak memikirkan?”

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ

Wa maa ‘allamnaahusy-syi’ra wa maa yanbaghii lah(u) in huwa illaa dzikruw wa Qur-aanum mubiin(un)

69. “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.”

  لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

Liyundzira man kaana hayyan wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin(a)

70. “supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.”

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

Awalam yarau annaa khalaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuunI(a)

71. “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?”

 وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

Wadzallalnaaha lahum faminhaa rakuubuhum wa minhaa ya`kuluun(a)

72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.”

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ

Walahum fiiha manaafi’u wa masyaaribu afalaa yasykuruun(a)

73. “Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ

Wattakhadzu min duunillaahi aalihatan la’allahum yunsaruun(a)

74. “Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.”

لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ

Laa yas-tathii’uuna nashrahum wahum lahum jundum muhdlaruun(a)

75. “Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala- berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.”

فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Falaa yahzunka qauluhum inna na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun(a)

76. “Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.”

أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Awalam yaral insaanu annaa khalaqnaahu min nuth-fatin fa idza huwa khasiimum mubiin(un)

77. “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!”

 وَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

Wa dharaba lanaa matsalaw wanasiya khalqahu qaala man yuhyil ‘izhaama wahiya ramiim(un)

78. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

 قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Qul yuhyiihal ladzi ansya-ahaa awwala marratin wa huwa bikulli khalqin ‘aliim(un)

79. Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.”

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الأخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

ladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdhari naaran fa idzaa antum minhu tuuqiduun(a)

80. “yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ

Awalaisal ladzii khalaqas samaawaati wal-ardha biqaadirin ‘alaa ayyakhluqa mitslahum, balaa wahuwal khallaaqul ‘alim(u)

81. “Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.”

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an an yaquula lahuu kun fa yakun(u)

82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Fasub-haanal ladzii bi yadihii malakuutu kulli syai-in wa ilaihi turja’uun(a)

83. “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

 

***

Doa Sesudah Membaca Surat Yasin

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَاَنْفُثَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا

Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa.

“Ya Allah, kami memohon penjagaan-Mu dan menitipkan kepada-Mu agama kami, dari kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta benda kami, dan apa saja yang telah engkau berikan kepada kami.”

الَلّٰهُمَّ جْعَلْنَا فِي كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارِ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّكُلِّ ذِيْ شَرِّ اِنَّكَ عَلَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin‘ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

“Ya Allah, semoga engkau menjadikan kami dalam penjagaan, tanggungan, kedekatan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang menggoda, orang yang kejam, zalim dan durhaka, dan dari kejahatan penjahat, sesungguhnya engkau adalah maha kuasa atas segala sesuatu.”

الَلّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقْنَا بِتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَمَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i.

“Ya Allah, baguskanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan, dan sejatikanlah kami dengan takwa dan istiqamah, jagalah kami dari penyesalah, karena sesungguhnya Engkau maha mendengarkan doa.”

الَلّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَوْلَادِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا فِي الدِّيْنِ وَلِأَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ أَحَبَّنَا فِيْكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin.

“Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami seagama, sahabat-sahabat kami, kekasih-kekasih kami, orang yang mengasihi kami karena Engkau, dan kepada siapa saja yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan orang-orang yang beragama Islam laki-laki dan perempuan, wahai Tuhan semesta alam.”

وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Warzuqnaa kamaalal mutaaba’ati lahu zaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin wa salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

“Dan limpahkan kepada kami kesempurnaan mengikutinya lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang.”

وَصَلِّ اللّٰهُمَ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Wa shallilaahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.

“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba dan utusan-Mu. Yaitu junjungan kami Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga dan sahabatnya.”

Diposkan pada Lifestyle

postingan hit

lagi ngedit video utk di upload di youtube dan jadi keinget kepengen ngapdet soal ini juga di wp.

jadi gini,  alhamdulillah trafik kanal saya dari hari ke hari membaik, insya allah gak lama lagi kanal saya bisa nembus view 1 juta.

nah yang ajib itu, yang bikin trafik naik itu justru postingan lama dari kapan tau. saya sendiri gak bisa liat jelas trafiknya itu datang dari mana tapi kalau ngliat angkanya bisa jadi ada yang share di grup whatsup ya.

postingan saya yang udah menembus angka lebih dari seratus ribu view itu ada tiga yaitu:

  1. resep kue bawang (postingan 10 bulan yal)

2. ayam balado (postingan 10 bulan yal)

3. bihun ayam (postingan 2 tahun yal)

video-video yang baru untuk bisa nembus angka seribu aja susah lho. tapi saya tetep gak putus asa deh krn dari pengalaman yang udah-udah kalau ada yang share saya bisa pernah dapet klik sampai 10-15 ribuan per hari.

jujur aja kadang ada rasa bete lho video yang isinya cuma tulisan aja bisa jutaan view. kenapa ya apa memang banyak orang yang mau nonton video cuma buat baca tulisan? saya sendiri klik video untuk ngliat gambar bergerak alias video beneran. kalau saya nemu video yang cuma gambar statis plus ditulis2, dijamin langsung angkat kaki video tersebut dan gak bakal kembali lagi.

oh ya sama satu lagi deh like and dislike video di kanal memasak saya. dari 9% dislike yang saya dapet 7% dislike itu datangnya dari Indonesia. kalau saya liat yang didislike itu video yang mana, duh banget deh (sambil nunjuk2 dada). buat yang aktif bikin video mesti deh tau kerja di balik sebuah video itu gimana. saya juga bukan tipe tertutup utk kritik ya, tapi saya masih manusia juga, ya gitu jadi bertanya2 kenapa ya kog justru orang dari tanah air sendiri yang gampang banget ngedislike sesuatu. padahal berbeda dengan memasak masakan kita di tanah air, bisa naikin hidangan tanah air ke atas meja makan itu sesuatu banget deh. kolega di tempat kerja aja selalu kepengen tau lho saya bawa apa dan lebih sering nelen2 ludahnya daripada enggak gegara mencium aroma masakan indonesia.

yasut lagi kepengen curcol aja….

Diposkan pada Lifestyle

socialblade youtube stats

oh ya masing tentang youtube.

september tahun lalu nih gak sengaja nemu socialblade, sarana untuk mengecek statistik youtube dan juga medsos lainnya seperti twitter dan instagram. awalnya gegara iseng ngegoogling kanal sendiri di google *hahahahah* seru juga jadi tau progress kanal kita udah sampai dimana. terjawab juga nih kepenasaran saya. kan kadang ada artikel tentang youtuber a atau be penghasilannya sekian dan sekian aja. ternyata oh ternyata.

waktu pertama kali menemukan socialblade ini, grade video saya masih di c+

dua hari setelah itu, peringkatnya naik ke b-

 

abis itu c+ terus sampe pertengahan januari kemarin.

sesudahnya alhamdulillah b- terus sampe sekarang

nah yang kurang asyik itu kalau kita posting di youtube tau2nya dollarnya dikuningin sama youtube. artinya postingan kita gak cock dengan pemasang iklan di youtube *haduuuhh* berasa banget deh buat youtuber kelas ikan teri seperti saya. untungnya masih bisa ‘diprotes’ minta direview manual lagi. saya sendiri udah mengalaminya tiga kali, termasuk postingan yang baru tentang telur gembung à la rm padang. alhamdulillah gak pake nunggu lama dollarnya di-ijoin lagi. buset deh ada lagi apa setiap mau posting mesti ngecek apa yang cocok sama pemasang iklan apa gimana ya. niat banget yak, wong saya posting apa yang udah dimasak aja….

Diposkan pada Lifestyle

rendang hitam cook like kayka

randang urang darek
randang urang darek

bukan gak inget sama blog tapi memang ada keasyikan tersendiri main di youtube 🙂

gimana gak asyik ada uangnya gitu, walau kliknya tetep belum banyak-banyak juga.

udah dingin disini dan saya baru aja selesai ngerjain proyek paling dekat dengan hati saya yaitu proyek bikin rendang hitam, yang karena satu dan lain hal baru sekarang bisa diwujudkan. ada beribu-ribu resep rendang di youtube, tapi gak apa-apalah ikut meramaikan dunia perendangan dengan resep turun menurun keluarga kami. rendang hitam spesial bentuk kotak2.

untuk foto rumah gadang dan ngarai sianoknya boleh minjem fotonya winny dan mas toro.

terima kasih winny, terima kasih mas toro (walau mas toronya belum ada responnya).

oh bikin rendang ngebutuhin waktu banget, jadi harus nyediain waktu khusus.

untuk sebagian orang kalo denger bikin rendang mesti yang kebayang ribet bumbu dan bikinnya. tapi percaya deh gak sesusah yang dikira orang. yang harus itu sabar, sabar mengaduk sampai dedak rendang item tapi gak pake acara hangus.

yuk tunggu apa lagi mari sama-sama bikin rendang hitam sendiri 🙂


salam

/kayka

 

 

 

Diposkan pada Lifestyle

cesare borgia

mau cerita aja kalau saya baru selesai menyaksikan seri tv borgia. seri ini terdiri dari tiga bagian yang diproduksi dari tahun 2011-2014 dan melibatkan banyak negara di EU. waktu awal-awal pemutarannya di tv jerman tahun 2011, saya sempet nonton but keputus karena harus pulang ke jakarta untuk mengurus surat-surat untuk menikah di Standesamt. setelah itu gak keingetan lagi. nah bulan lalu pas lagi nyari-nyari seri apa lagi yang mau diliat di Amazon Streaming Media Player, saya jadi inget lagi sama film borgia ini. wah asli deh intens dari awal sampai akhir. sampe-sampe figur cesare borgia ini jadi nempel banget. dan sedih banget saat film mendekati akhir dimana cesare borgia tewas. wah ampun deh suami sampai geleng-geleng kepala. btw saya udah lama banget gak ngefans sama artis apalah gitu but kalo sekarang ditanya jawabannya cesare borgia eh mark ryder 😀

Diposkan pada Guest Post, Menikah & Tinggal di Jerman

proses pengajuan eAT 2017 (Aufenthaltstitel)

hallöchen,

postingan pertama di tahun 2017, thanks to NH! tentang proses mengganti visa nasional yang berlaku tiga bulan ke visa izin tinggal tiga tahun di tempat tinggalnya di Bundesland Bayern. thanks yaaa… mudah2an saya jadi ikutan semangat posting lagi.

oh ya dua bulan belakangan ini saya ikutan olahraga beban, tiga kali seminggu. gak lama-lama sih cukup satu jam aja. maklum selain diabetes saya juga kena kolesterol (suka merinding nih klo inget gimana lahapnya makan gulai otak dan soto yang ada jeroannya). yasut gak ada kata terlambat, olahraga juga merupakan cara terbaik yang dilakukan untuk menurunkan kolesterol. mudah-mudahan klo kadarnya udah ok gak perlu lagi minum obat kolesterol. oh ya waktu pertama ikutan BMI saya 25,7 – dua bulan sesudah itu 25,2 – turun 0,5 gak banyak tapi ok deh sedikit lagi bisa masuk ke range normal (18,5-25). targetnya bisa nurunin berat badan ke angka 55 sebelum berusaha mencapai target utama 50 kg…

====

Proses Pengajuan eAT 2017 (Aufenthaltstitel)

 

Setibanya di Jerman (Bayern) aku langsung daftar pernikahanku ke Standesamt tempat tinggalku sekalian proses penambahan nama keluarga dari suami. Setelah urusan dokumen tentang penambahan nama selesai dilanjutkan dengan dengan pembuatan Aufenthaltstitel (ijin tinggal / residence permit).

Pengalamanku sendiri adalah menunggu surat undangan dari Ausländerbehörde, suamiku sempet telepon juga ke ABH menanyakan tentang proses selanjutnya. Ga lama setelah dokumen penambahan nama selesai, datanglah surat undangan / panggilan untuk menghadap ABH alias untuk apply Aufenthaltstitel (ijin tinggal / residence permit) ini. Di surat tersebut dijelaskan dokumen apa saja yang wajib dipersiapkan –> Invitation letter from Ausländerbehörde (surat undangan dari ABH)

Dokumen yang dibawa ASLI dan COPY nya sebagai berikut :

1 Passport yang masih berlaku + halaman yang ada visa kumpul keluarga JERMAN
2 1 lembar photo biometrik
3 Slip gaji 3 bulan terakhir dari suami
4 Kartu asuransi
5 Formulir pernyataan jika kita tinggal disatu rumah, di isi lengkap dan ditandatangani (Formulir dari ABH dikirim bersamaan dengan surat undangan dari ABH)
6 Formulir permohonan Aufenthaltstitel; diisi lengkap dan ditandatangani (Formulir dari ABH dikirim bersamaan dengan surat undangan dari ABH) –> Form – Antrag auf eAT 1 (formulir pengajuan izin tinggal)
7 Bayar cash EURO 110

Prosesnya kurang lebih 4-6 minggu; eAT ku jadi sebulan. Pihak ABH akan mengirimkan surat mengenai Aufenthaltstitel kita. Jika sudah menerima surat ini dari ABH, maka segera menghubungi ABH untuk buat janji pengambilan kartu Aufenthaltstitel. Waktu pengambilan aku datang sendiri ke ABH. Aufenthaltstitel ini berlaku selama 3 tahun, berhubung saya pendatang baru di Jerman sejak Oktober 2016.

===

terlampir Durschführung des Aufenthaltsgesetzes –> Durchführung des Aufenthaltsgesetzes (AufenthG).. (formulir surat keterangan bahwa pasangan bersangkutan tinggal bersama) – dari surat undangan ABH nya itu ,,Belehrung über die eheliche Lebengemainschaft, sama contoh formulir aplikasi nya, cuma bagian depan aja. formulir aplikasi nya sendiri ada 6 halaman. isinya tentang data pribadi dan data orang tua di indonesia. Sewaktu aku datang aku bawa juga berkas buku nikah plus terjemahannya. Biasanya kalau urusan sama petugas pemerintah Jerman, semua berkas aku bawa semua, seandainya di tanya hehe

Diposkan pada Guest Post, panduan pengurusan dokumen dan legalisir

proses perubahan nama di jerman

setelah berkomunikasi lewat imel selama kurleb dua tahun akhirnya NH nyampe juga di Jerman. NH menikah di Indonesia dengan orang Jerman dan memutuskan menyusul suaminya dan tinggal di Jerman. salah satu yang diurus adalah soal perubahan nama atau penambahan nama suami. walau urusannya gak seribet di Indonesia harus ke Pengadilan dulu, disini sebelum dirubah harus klarifikasi nama yang bersangkutan dan nama keluarga. nah berhubung nama yang tercantum di akte kelahiran umumnya adalah nama lengkap kita tanpa nama keluarga, sering terjadi kekurangsepakatan dalam menentukan mana yang nama kita mana yang nama keluarga dalam konteks kita adalah nama orang tua.  

ok d untuk yang kerap menanyakan merubah nama di Jerman setelah menikah di Indonesia, berikut saya share imel dari NH. disini saya ambil contoh di akte kelahiran NH tercantum nama lengkap NH, DINA MARIANA. setelah berdiskusi dengan Beamtin di daerah mereka tinggal akhirnya NH bisa mempertahankan nama DINA MARIANA sebagai Vorname. klo ngikutin mau Beamtinnya nama NH menjadi sbb: DINA MÜLLER geb. MARIANA. tapi ini gak bener karena Mariana itu kan nama NH bukan nama keluarga (catatan geb. atau geborene adalah nama keluarga gadis ybs sebelum menikah)

Rathaus
Rathaus

Standesamt punya buku tentang peraturan pernikahan dari seluruh dunia termasuk penambahan nama suami (ini berdasarkan pengalamanku juga). Sebelum aku bikin termin ke standesamt utk tambah nama suami, petugasnya bilang kalau dia perlu baca peraturan yg berlaku jg di indonesia.

Setelah aku datang dan aku ajukan permohonan penambahan Nachname, petugasnya udah paham kalau di indonesia itu memang umum kalau setiap orang tidak punya nama keluarga.

Untuk penambahan nama, aku ajukan diawal maunya seperti apa. Contohnya namanya aku karang ya hehehe.. Nama lengkap Dina Mariana (aku ga pnya nama keluarga) dan mau nambahin nama suami Müller. Jadinya Vorname: Dina Mariana dan Nachname : MÜLLER. Dan petugasnya langsung masukin ke system utk penambahan nama suami.

Syaratnya jg gampang. Kalau udah menikah di indonesia syarat penambahan nama suami:

1. Telpon standesamt buat bikin janji

2. Bawa buku nikah asli yg sudah dilegalisir di 3 department di Jakarta dan yg sudah diterjemahkan ke bahasa jerman beserta copyan (penerjemah tersumpah) – aku pakai jasa Pak Akhmad Robani.

3. Passport WNI asli + copy

4. Passport suami asli + copy

5. Bayar 35Euro

6. Prosesnya cepet banget. 30 menit langsung dapet kertas (surat keputusan tentang penambahan nama suami) dari standesamt dan tentunya sudah resmi menjadi Frau Dina Mariana MÜLLER.

Namensführung in der Ehe
Namensführung in der Ehe

Pengalamanku kemarin seperti ini mba..

sekali lagi thanks berat untuk NH yang selalu apdet soal proses dokumennya baik selama di Indonesia maupun di Jerman termasuk soal proses perubahan nama ini. salut, memang begitu lah seharusnya. Beamtin disini bisa memahami kalau kita mempunyai sistem penamaan yang berbeda asal kita tegas.

Diposkan pada Nikah Campur

menikah secara sipil di denmark

seperti yang telah saya singgung di postingan sebelumnya, dibawah ini adalah sumbangan tulisan dari salah satu pembaca blog dunia kayka, sebut saja r, tentang bagaimana caranya menikah di catatan sipil Denmark. tulisan yang sekalian bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terus terang saja tidak bisa saya jawab karena tidak punya pengalaman soal menikah tanpa melalui birokrasi SKBM eks KUA. dan sepengetahuan saya pun sampai saat ini di tanah air kita belum ada jalur resmi menikah dengan mempertahankan agamanya masing-masing. artinya kalau mau ikut jalur resmi salah satu harus rela mengorbankan kepercayaannya.

oh ya sempat dilanda keraguan juga lho saat menurunkan tulisan ini, tapi akhirnya positif aja karena pasti udah lebih banyak yang tahu bahwa di negara-negara lain seperti di negara dimana saya menetap sekarang untuk bisa mengikat janji suami istri itu syarat mutlaknya itu cuma satu, harus punya dokumen yang valid yang menjelaskan status yang bersangkutan apakah single, pernah bercerai atau status janda/duda ditinggal mati suami/istrinya. artinya gak ada drama gak lama menikah ada wanita atau pria yang claim sang pengantin adalah istri atau suaminya. namanya juga menikah sipil gak bakalan ada pertanyaan soal agama. agama itu penting diklarifikasi saat pertama mengisi formulir data warga saja. selain untuk keperluan statistik, positifnya untuk yang non katolik dan protestan penghasilannya tidak dipotong pajak gereja. that’s all.

untuk r, sekali lagi terima kasih ya untuk tulisannya yang super lengkap ini dan kesediannya untuk berbagi.

***

menikah secara sipil di denmark
menikah secara sipil di denmark

Sebelumnya aku blm menyarankan org lain untuk meniru cara ku, tetapi berbagi pengalaman ga ada salahnya,  bisa dibilang langkahku belum sukses,memang berhasil menikah beda agama di Denmark, berhasil mendaftarkan di Jerman dan di Indo, tetapi visa kumpul keluarga blm di dapet. Ini juga yg bikin aku ketar-ketir takut kedutaan mempermasalahkan pernikahan ku, padahal memang secara hukum di Jerman pernikahan kami sah. karena  intinya aku melakukan pernikahan supaya bisa hidup bareng dengan pasangan setelah bertahun-tahun menjalanin hubungin long-distance tanpa memaksakan kayakinan satu sama lain, Alhamdullilah jika  suatu hari nanti suami ku bisa menjadi mualaf..

Berdasarkan pengalaman aku menikah di Denmark bisa di urus sendiri dengan email ke komune setempat dimana kita ingin melakukan pernikahan, dangan cara ini bakal menghemat biaya banget, waktu itu aku pake agent karna pasti bakalan ribet banget kalo ngurus sendiri. Agentnya pun aku pilih dengan random dengan cari-cari di internet www.getmarriedindenmark.com, tapi mereka sangat profesional kok. Kenapa aku memlilih mereka karena pernikahan di laksanakan di pulau kecil di Ærø tepatnya di Ærøskøbing. dan kebetulan sekali aku pengen banget mengunjungi pulau ini jadi momentnya pas. Cuman mereka tidak melayani pernikahn di kantor komune setempat, tetapi pernikahan di selangarakan di ” Old Merchants Court ” biayanya €990 dengan flowers dan champagne. untuk pernikahan yang dilaksanakan kurang dari 2 minggu ada biaya tambahan sebesar €200. Mereka juga punya beberapa paket pernikahan yang lebih komplit misal dengan membawa tamu undangan, di laksanakan di pantai dll, pasti nya ada biaya tambahan lagi. untuk lebih lengkapnya silahkan cek di websitenya . Kebetulan pernikahan ku cuma di hadiri adik kandung suami ku, jadi kita memilih paket yang paling simple, toh juga nantinya kita akan merayakan kembali, untuk opsi ini tergantung masing-masing pasangan keinginan mereka apa bisa di diskusikan dengan agent.nya.

Ada juga opsi agent lain berdasarkan info dari temen melalui email yaitu http://www.heiraten-leicht-gemacht.de/en/marriage-in-denmark/ which is lebih murah, jasa mereka apa aja bisa di cek di website ya.

ok jadi prosesnya:

– Pertengahan april suami ku email mereka mengenai dokumen apa saja yang di butuhkan, suami ku cukup aktif email mereka untuk menayakan atau memberitahu setiap ada update dari ketersediaan dokumen, dan agent nya sangat profesional membalas satu persatu pertanyaan dll, untuk menghindari additional charge €200 sebaiknya di urus sebelum keberangkatan :

mereka membalas dengan email ini

DOCUMENTS – In order to marry here we would ask you to scan, label and e-mail the following documents (with a translation into English or German) to us in advance:

Your passports (& Schengen tourist visa for your fiancee) Copies of birth certificates Documentation for your marital status – this can be a standard certificate from your local authorities stating that you are single and free to marry. Germans can use an Aufenthaltsbescheinigung or Meldebescheinigung. Whichever document you use it must be less than 4 months old at the wedding. Under exceptional circumstances it may be possible to waive this requirement – please ask us.
Divorce decrees (if relevant – and apostille or legalisation, depending on the country of origin of the decree) Notice of marriage & booking form – I have attached these forms. You would need to fill them out, sign them, and e-mail them back to me.

– Untuk dokumen suami aku tidak tahu proses sampe dia dapetin gimana, intinya ketika aku udh berangkat kesana dia udh siap dengan semua dokumennya. dan dokumen dia dalam bahasa Jerman

sedangkan dokumen-dokumen aku semua aku terjemahin dalam bahasa Inggris karena lebih murah. (oh ya untuk case ku, aku lumayan lucky) :

– Akte lahir (kutipam akte lahir yang baru, terjemah akte lahir dalam bahasa inggris dgn penerjemah tersumpah) seperti yang mereka email, mereka tidak menyebutkan apakah aku harus mengkutip lagi akte kelahiran ku, tetapi akhirnya aku bikin juga untuk jaga-jaga dan kutipan ini yang di serahin.

– Schangen Tourist Visa ( aku punya schangen tourist visa yang masih berlaku 1 tahun, tetapi dari kedutaan Belanda)

– SKBM , (diganti Kartu Keluarga )

untuk minta ini dokumen yang aku bawa:

akte lahir, Foto copy ktp, Foto copy kk, surat pengantar RT/RW (dibuatin RT.nya), KTP Mama, Surat kematian Bokap, isi form pernyataan dikasih dari keluarahan pake meterai,

Ini salah satu dokumen yang lumayan bikin stress ngedapetinya, jadi waktu itu aku dateng ke kelurahan minta skbm, ditanya mau menikah dimana, mau ke KUA mana ( i have no idea yet), aku bilang jujur mau menikah di luar negri (tidak menyebutkan akan menikah beda agama) petugas nya lumayan curiga2 gak jelas, kaya gak mau kasih tuh skbm atau mungkin dia malah gak tau gimana proses menikah di luar negri (aku jelasin blablabla), trus dia tanya hampir 3 orang di kelurahan itu, mereka bilang di kasih aja yang penting nanti di laporin kalo sudah menikah, terus dia kasih suggestion sendiri untuk dateng ke KUA Grogol (aku iya in aja, padahal aku tahu kalo mau menikah beda agama mana mungkin KUA mau tanda tangan surat dll, tanapa keterangan mualaf dari calon suami), setelah itu petugas nya bilang suruh aku pulang dengan meninggalkan no hp, nanti di hubungin kalo suratnya udah jadi,karena lurah ga ada di tempat. (gratis)

aku tunggu selama satu minggu blm ada sms dr pihak kelurahan, mulai galau donk, akhirnya aku punya inisiatif untuk menterjemahkan Kartu Keluarga yang baru, ini yang kebetulan banget, jadi pertengahan april itu dokumen pindah alamat ku baru jadi, jadi baik ktp, kk, dan keterangan alamat yang ada di paspor ku baru, aku terjemahin kartu keluarga ku yang baru yang ada keterangan status “Single”  ke bahasa inggris dengan penerjemah tersumpah, trus aku cerita ke suami tentang susahnya dpt skbm, suruh dia email Kartu Keluarga yg asli dan terjemahnaya ke agent ku, (mungkin mereka tanya dulu ke komune ya ) Alhamdullilah banget mereka terima dokumen aku karena kebetulan dokumen itu gak lebih lama dr 4 bulan sesuai yang di minta.

hari senin depanya aku dateng ke kelurahan untuk tanya skbm dgn petugas yang sama, buat jaga-jaga seandainya memang nanti aku butuh dokumen ini , sebenernya petugasnya ramah kok, dia tanya kenapa baru di ambil, yah aku sendiri aja nunggu dia sms untuk ambil dokumen, dengan ngelesnya dia bilang lupa karen lg banyak banget dokumen yg di urus, tp emang bener sih pas dia cari skbm ku di situ ada setumpuk dokumen-dokumen yang nunggu di ambil pemiliknya.

waktu itu di kasih dokumen N1,N2,N3, dan dia berpesan untuk di bawa ke KUA yang sudah di saranin, aku iyain aja, tp engga aku bawa ke KUA, dgn alesan Kartu Keluarga yang aku kasih ke Agent diterima. tp dokumen ini nantinya aku bawa ke Jerman. mereka juga saranin https://www.onehourtranslation.com/  kalau aku butuh penerjemah, tp ya terjemahin di indonesia lebih murah kok.

Proses Berangkat dan menikah

– Juni Aku berangkat Ke Belanda dengan visa turis (bikin itenarary, hotel booking dll, seperti turis-turis biasanya, ini ditanyain juga lho di imigrasi Belanda), suami ku jemput ke Belanda, kita liburan dulu di Belanda, baru tanggal 19 dari Belanda kita menuju Hamburg, (menginap semalem)

– Tgl 20 sebelum jam 3 sore kita harus hadir di komune untuk ketemu sama penghulu dan di cek kelengkapan dokumen ( semua yang urus agent, mengenai dokumen dll, kita tinggal dateng aja ke komune sebelum jam 3, dan Agent nya udah nunggu di sana), Tgl 20 kebetulan aku nunggu adik suami dr Berlin ke Hamburg, setelah ketemu kita bertiga pake mobil sumaiku berangkat menuju Ærøskøbing, ini nih yang seru haha, jadi untuk menuju ke Ærøskøbing cuma ada 2 Kali penyebrangan dengan Fery pertama jam 7.45 pagi dan 13.20, kita ga mungkin banget bisa sampe dermaga jam 7.45 dr Hamburg, akhirnya kita pilih Jam 13.20 dengan asumsi perjalanan dgn Fery 70 menit, dan setelah menyebrang dengan Fery dari Fynshav ke Soby,  kita masih ada bebrapa menit untuk sampe ke komune sebelum jam 3, aku agak lupa tp waktu itu kita sampe komune kira-kira 5 menit sebelum jam 3,untungnya jam disana ga kaya jam indonesia.

tips untuk tiket fery kalo bisa di booking dulu karna takutnya penuh ( http://www.aeroe-ferry.dk)

sesampainya di komune kita duduk sebentar, udh ada agent yg urus dll, trus ga lama kemudian penghulu samperin kita buat pastiin dokumen dan konfirmasi kalo besoknya kita menikha jam 11 di ” old merchant court ” sesuai rencana. Selesai.

– Kemudian Agent ku anterin kita dimana kita kan menikah, kebetulan ga jauh dari hotel kita menginap lho, jd bisa jalan kaki dr hotel ke tempat pernikahan, pernikahan di lakukan dalam bahasa Inggris. selesai itu kita ke hotel buat taro-taro barang, dan maen-maen di sekitar pulau, pulaunya bagus banget, cuma yang special dr pulau ini, hotel ga banyak pilihan, dan restaurant pun bukanya di jam-jam special haha, mereka terima unag dalam bentuk Euro.

– tips kalo bisa hotel booking jauh-jauh hari ya, soalnya banyak banget yang menikah di sini, dan kadang hotel banyak yg penuh.

– tgl 21, di hari pernikahan. aku juga booking penata rambut sama make up, yg urus jadwalnya  agentnya juga mereka dateng ke hotel dimana kita menginap, kita bayar ke orang nya langsung jd agent ga sebutin harganya berapa, waktu itu aku bayar make up 80 Euros, sama Rambut 120 euros. 2 jam sebelum pernikahan mereka dateng ke hotel buat bantu aku siap-siap.

– setelah selesai, jam 11 aku dateng ke old merchant court, penghulu sudah berada disana, pernikahn di laksanakan selama kira2 15 – 20 menit, minum champagne, selesai. sertifikat menikah nanti akan di kirim ke alamat kita karna akan di apostile dulu, saksi di sediakan, waktu itu saksi ku adik suami dan  dr pihak agent.

– kalo mau sewa fotografer juga di sediain , cuma waktu itu aku engga. foto-foto sendiri di pulau, keliling pulau, dan kebetulan iklimnya lagi bagus banget.

– tgl 22 nya kita pulang ke Jerman

oh ya aku juga minta jasa legalisasi di kedutaan indonesia di copenhagen biayanya 300 euros, sebenernya ini opsional ya, bisa urus sendiri juga, aku ga tau  waktu legalisasi ini ribet apa engga, tp agent ku lumayan kesel sih sama pihak kedutaan yang bertele-tele, dan lumayan memakan waktu, sampe aku harus pulang ke indo tanpa dokumen itu. mereka sampe 3 kali ke copenhagen buat tanya dokumen ku, untung saja mereka tetap profesional dan bertanggung jawab.

Setelah sertifikat di terima (tanpa legalisasi tetapi sudah apostile), satu minggu kemudian kita daftarin di rathaus dan standesam (aku agak lupa haha, tp kayanya bener, cuma kita gak dateng ke Burgeramt), waktu itu sih aku sempet di tanya-tanya, dan mereka sempet nanya apa aku bisa bahasa Jerman, suami ku bilang belum begitu bisa, dan aku masih akan balik ke Indo, kasus kaya aku gini lumayan langka di kota kecil tempat suami ku tinggal (menikah di denmark, beda agama, visa touris belanda ?), jadi mereka sempet nunggu keputusan dll. setelah aku sampai indo suami ku email mereka apakah status dia udh berubah, mereka bilang udah, dan gak perlu ke burgeramt.

jadi kurang lebih kaya gt prosesnya Kayka, mungkin buat yang lain yg ga pengen ribet bisa menikah di Denmark pilih tempat yang ga di pulau, contohnya Tonder, banyak juga kok yang menikah di sini…

===

udpate!

alhamdulillah visa r akhirnya minggu yang lalu keluar juga. r sempet stress karena dijutekin abis saat diinterview di kedutaan soal visa belanda, suami orang jerman tapi nikahnya di denmark dst dst… total2 r harus menunggu 10 minggu sampai visanya keluar. suami r juga sempat menghubungi ABH utk menanyakan status permohonan visa r. Herzlichen Glückwünsch R! 

 

Diposkan pada Daily Life, Lifestyle

hi!

sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang masih rajin menanyakan keadaan saya. jadi inget kalau udah cukup lama mengabaikan blog ini tau-tau sekarang udah mulai musim gugur aja. mohon dimaafkan bukannya lupa tapi lagi keasyikan dengan proyek yang lain. yup begitu ada waktu sedikit saya nyiapin materi untuk video. kalo dilihat dari jumlah kliknya, hehehehe jujur aja gak seimbang dengan waktu yang telah saya curahkan untuk menyelesaikan video tersebut. tapi disisi lain saya sudah cukup puas udah bisa menuangkan ide yang ada di kepala menjadi sebuah video. oh ya supaya sinkron alamat blog masak yang lama saya sesuaikan dengan nama channel saya di youtube tersebut.

di bawah adalah proyek video paling berat yang akhirnya berhasil saya selesaikan yaitu cara memasak nasi ayam khas india, biryani. video ini juga menjadi video terpanjang yang pernah saya buat yaitu 8 menit 25 detik. masalahnya setelah ke upload baru ngeh ada satu rekaman suara yang salah, halaaah… mana filenya udah tak buangin semua. maklum layar kompi udah full jerit-jerit minta dikosongin. ok untuk satu pembaca pertama yang bisa menebak dengan tepat kesalahan itu ada dimana akan mendapat sebuah souvenir cantik dari kayka 🙂

oh ya hal lain karena banyak pertanyaan soal cara mendapatkan surat izin menikah tapi tetap mempertahankan keyakinan masing-masing saya akan posting tulisan dari salah satu pembaca blog dunia kayka, sebut saja r. r dan suaminya yang orang jerman menikah secara sipil di denmark tanpa harus melalui rumitnya birokrasi surat izin menikah dari kua, yaitu harus melampirkan sertifikat masuk islam pasangan dan segala macam legalisirnya yang sampai tingkat kedutaan tersebut.

klo dipikir-pikir rumit bener ya, padahal yang dibutuhkan untuk menikah sipil disini itu cuma secarik kertas yang menerangkan bahwa benar yang ingin menikah ini gadis atau sudah cerai, gak ditanya agamanya apa. namanya juga catatan sipil, cuma mencatatkan pernikahan.

pernikahan r dan suami sudah didaftarkan baik di jerman maupun di indonesia. rencana kedepannya r pindah ke jerman dan baru mengajukan visa kumpul keluarga tahun depan. tertarik? nantikan postingan saya berikutnya ya…