Diposkan pada Nikah Campur

menikah secara sipil di denmark

seperti yang telah saya singgung di postingan sebelumnya, dibawah ini adalah sumbangan tulisan dari salah satu pembaca blog dunia kayka, sebut saja r, tentang bagaimana caranya menikah di catatan sipil Denmark. tulisan yang sekalian bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terus terang saja tidak bisa saya jawab karena tidak punya pengalaman soal menikah tanpa melalui birokrasi SKBM eks KUA. dan sepengetahuan saya pun sampai saat ini di tanah air kita belum ada jalur resmi menikah dengan mempertahankan agamanya masing-masing. artinya kalau mau ikut jalur resmi salah satu harus rela mengorbankan kepercayaannya.

oh ya sempat dilanda keraguan juga lho saat menurunkan tulisan ini, tapi akhirnya positif aja karena pasti udah lebih banyak yang tahu bahwa di negara-negara lain seperti di negara dimana saya menetap sekarang untuk bisa mengikat janji suami istri itu syarat mutlaknya itu cuma satu, harus punya dokumen yang valid yang menjelaskan status yang bersangkutan apakah single, pernah bercerai atau status janda/duda ditinggal mati suami/istrinya. artinya gak ada drama gak lama menikah ada wanita atau pria yang claim sang pengantin adalah istri atau suaminya. namanya juga menikah sipil gak bakalan ada pertanyaan soal agama. agama itu penting diklarifikasi saat pertama mengisi formulir data warga saja. selain untuk keperluan statistik, positifnya untuk yang non katolik dan protestan penghasilannya tidak dipotong pajak gereja. that’s all.

untuk r, sekali lagi terima kasih ya untuk tulisannya yang super lengkap ini dan kesediannya untuk berbagi.

***

menikah secara sipil di denmark
menikah secara sipil di denmark

Sebelumnya aku blm menyarankan org lain untuk meniru cara ku, tetapi berbagi pengalaman ga ada salahnya,  bisa dibilang langkahku belum sukses,memang berhasil menikah beda agama di Denmark, berhasil mendaftarkan di Jerman dan di Indo, tetapi visa kumpul keluarga blm di dapet. Ini juga yg bikin aku ketar-ketir takut kedutaan mempermasalahkan pernikahan ku, padahal memang secara hukum di Jerman pernikahan kami sah. karena  intinya aku melakukan pernikahan supaya bisa hidup bareng dengan pasangan setelah bertahun-tahun menjalanin hubungin long-distance tanpa memaksakan kayakinan satu sama lain, Alhamdullilah jika  suatu hari nanti suami ku bisa menjadi mualaf..

Berdasarkan pengalaman aku menikah di Denmark bisa di urus sendiri dengan email ke komune setempat dimana kita ingin melakukan pernikahan, dangan cara ini bakal menghemat biaya banget, waktu itu aku pake agent karna pasti bakalan ribet banget kalo ngurus sendiri. Agentnya pun aku pilih dengan random dengan cari-cari di internet www.getmarriedindenmark.com, tapi mereka sangat profesional kok. Kenapa aku memlilih mereka karena pernikahan di laksanakan di pulau kecil di Ærø tepatnya di Ærøskøbing. dan kebetulan sekali aku pengen banget mengunjungi pulau ini jadi momentnya pas. Cuman mereka tidak melayani pernikahn di kantor komune setempat, tetapi pernikahan di selangarakan di ” Old Merchants Court ” biayanya €990 dengan flowers dan champagne. untuk pernikahan yang dilaksanakan kurang dari 2 minggu ada biaya tambahan sebesar €200. Mereka juga punya beberapa paket pernikahan yang lebih komplit misal dengan membawa tamu undangan, di laksanakan di pantai dll, pasti nya ada biaya tambahan lagi. untuk lebih lengkapnya silahkan cek di websitenya . Kebetulan pernikahan ku cuma di hadiri adik kandung suami ku, jadi kita memilih paket yang paling simple, toh juga nantinya kita akan merayakan kembali, untuk opsi ini tergantung masing-masing pasangan keinginan mereka apa bisa di diskusikan dengan agent.nya.

Ada juga opsi agent lain berdasarkan info dari temen melalui email yaitu http://www.heiraten-leicht-gemacht.de/en/marriage-in-denmark/ which is lebih murah, jasa mereka apa aja bisa di cek di website ya.

ok jadi prosesnya:

– Pertengahan april suami ku email mereka mengenai dokumen apa saja yang di butuhkan, suami ku cukup aktif email mereka untuk menayakan atau memberitahu setiap ada update dari ketersediaan dokumen, dan agent nya sangat profesional membalas satu persatu pertanyaan dll, untuk menghindari additional charge €200 sebaiknya di urus sebelum keberangkatan :

mereka membalas dengan email ini

DOCUMENTS – In order to marry here we would ask you to scan, label and e-mail the following documents (with a translation into English or German) to us in advance:

Your passports (& Schengen tourist visa for your fiancee) Copies of birth certificates Documentation for your marital status – this can be a standard certificate from your local authorities stating that you are single and free to marry. Germans can use an Aufenthaltsbescheinigung or Meldebescheinigung. Whichever document you use it must be less than 4 months old at the wedding. Under exceptional circumstances it may be possible to waive this requirement – please ask us.
Divorce decrees (if relevant – and apostille or legalisation, depending on the country of origin of the decree) Notice of marriage & booking form – I have attached these forms. You would need to fill them out, sign them, and e-mail them back to me.

– Untuk dokumen suami aku tidak tahu proses sampe dia dapetin gimana, intinya ketika aku udh berangkat kesana dia udh siap dengan semua dokumennya. dan dokumen dia dalam bahasa Jerman

sedangkan dokumen-dokumen aku semua aku terjemahin dalam bahasa Inggris karena lebih murah. (oh ya untuk case ku, aku lumayan lucky) :

– Akte lahir (kutipam akte lahir yang baru, terjemah akte lahir dalam bahasa inggris dgn penerjemah tersumpah) seperti yang mereka email, mereka tidak menyebutkan apakah aku harus mengkutip lagi akte kelahiran ku, tetapi akhirnya aku bikin juga untuk jaga-jaga dan kutipan ini yang di serahin.

– Schangen Tourist Visa ( aku punya schangen tourist visa yang masih berlaku 1 tahun, tetapi dari kedutaan Belanda)

– SKBM , (diganti Kartu Keluarga )

untuk minta ini dokumen yang aku bawa:

akte lahir, Foto copy ktp, Foto copy kk, surat pengantar RT/RW (dibuatin RT.nya), KTP Mama, Surat kematian Bokap, isi form pernyataan dikasih dari keluarahan pake meterai,

Ini salah satu dokumen yang lumayan bikin stress ngedapetinya, jadi waktu itu aku dateng ke kelurahan minta skbm, ditanya mau menikah dimana, mau ke KUA mana ( i have no idea yet), aku bilang jujur mau menikah di luar negri (tidak menyebutkan akan menikah beda agama) petugas nya lumayan curiga2 gak jelas, kaya gak mau kasih tuh skbm atau mungkin dia malah gak tau gimana proses menikah di luar negri (aku jelasin blablabla), trus dia tanya hampir 3 orang di kelurahan itu, mereka bilang di kasih aja yang penting nanti di laporin kalo sudah menikah, terus dia kasih suggestion sendiri untuk dateng ke KUA Grogol (aku iya in aja, padahal aku tahu kalo mau menikah beda agama mana mungkin KUA mau tanda tangan surat dll, tanapa keterangan mualaf dari calon suami), setelah itu petugas nya bilang suruh aku pulang dengan meninggalkan no hp, nanti di hubungin kalo suratnya udah jadi,karena lurah ga ada di tempat. (gratis)

aku tunggu selama satu minggu blm ada sms dr pihak kelurahan, mulai galau donk, akhirnya aku punya inisiatif untuk menterjemahkan Kartu Keluarga yang baru, ini yang kebetulan banget, jadi pertengahan april itu dokumen pindah alamat ku baru jadi, jadi baik ktp, kk, dan keterangan alamat yang ada di paspor ku baru, aku terjemahin kartu keluarga ku yang baru yang ada keterangan status “Single”  ke bahasa inggris dengan penerjemah tersumpah, trus aku cerita ke suami tentang susahnya dpt skbm, suruh dia email Kartu Keluarga yg asli dan terjemahnaya ke agent ku, (mungkin mereka tanya dulu ke komune ya ) Alhamdullilah banget mereka terima dokumen aku karena kebetulan dokumen itu gak lebih lama dr 4 bulan sesuai yang di minta.

hari senin depanya aku dateng ke kelurahan untuk tanya skbm dgn petugas yang sama, buat jaga-jaga seandainya memang nanti aku butuh dokumen ini , sebenernya petugasnya ramah kok, dia tanya kenapa baru di ambil, yah aku sendiri aja nunggu dia sms untuk ambil dokumen, dengan ngelesnya dia bilang lupa karen lg banyak banget dokumen yg di urus, tp emang bener sih pas dia cari skbm ku di situ ada setumpuk dokumen-dokumen yang nunggu di ambil pemiliknya.

waktu itu di kasih dokumen N1,N2,N3, dan dia berpesan untuk di bawa ke KUA yang sudah di saranin, aku iyain aja, tp engga aku bawa ke KUA, dgn alesan Kartu Keluarga yang aku kasih ke Agent diterima. tp dokumen ini nantinya aku bawa ke Jerman. mereka juga saranin https://www.onehourtranslation.com/  kalau aku butuh penerjemah, tp ya terjemahin di indonesia lebih murah kok.

Proses Berangkat dan menikah

– Juni Aku berangkat Ke Belanda dengan visa turis (bikin itenarary, hotel booking dll, seperti turis-turis biasanya, ini ditanyain juga lho di imigrasi Belanda), suami ku jemput ke Belanda, kita liburan dulu di Belanda, baru tanggal 19 dari Belanda kita menuju Hamburg, (menginap semalem)

– Tgl 20 sebelum jam 3 sore kita harus hadir di komune untuk ketemu sama penghulu dan di cek kelengkapan dokumen ( semua yang urus agent, mengenai dokumen dll, kita tinggal dateng aja ke komune sebelum jam 3, dan Agent nya udah nunggu di sana), Tgl 20 kebetulan aku nunggu adik suami dr Berlin ke Hamburg, setelah ketemu kita bertiga pake mobil sumaiku berangkat menuju Ærøskøbing, ini nih yang seru haha, jadi untuk menuju ke Ærøskøbing cuma ada 2 Kali penyebrangan dengan Fery pertama jam 7.45 pagi dan 13.20, kita ga mungkin banget bisa sampe dermaga jam 7.45 dr Hamburg, akhirnya kita pilih Jam 13.20 dengan asumsi perjalanan dgn Fery 70 menit, dan setelah menyebrang dengan Fery dari Fynshav ke Soby,  kita masih ada bebrapa menit untuk sampe ke komune sebelum jam 3, aku agak lupa tp waktu itu kita sampe komune kira-kira 5 menit sebelum jam 3,untungnya jam disana ga kaya jam indonesia.

tips untuk tiket fery kalo bisa di booking dulu karna takutnya penuh ( http://www.aeroe-ferry.dk)

sesampainya di komune kita duduk sebentar, udh ada agent yg urus dll, trus ga lama kemudian penghulu samperin kita buat pastiin dokumen dan konfirmasi kalo besoknya kita menikha jam 11 di ” old merchant court ” sesuai rencana. Selesai.

– Kemudian Agent ku anterin kita dimana kita kan menikah, kebetulan ga jauh dari hotel kita menginap lho, jd bisa jalan kaki dr hotel ke tempat pernikahan, pernikahan di lakukan dalam bahasa Inggris. selesai itu kita ke hotel buat taro-taro barang, dan maen-maen di sekitar pulau, pulaunya bagus banget, cuma yang special dr pulau ini, hotel ga banyak pilihan, dan restaurant pun bukanya di jam-jam special haha, mereka terima unag dalam bentuk Euro.

– tips kalo bisa hotel booking jauh-jauh hari ya, soalnya banyak banget yang menikah di sini, dan kadang hotel banyak yg penuh.

– tgl 21, di hari pernikahan. aku juga booking penata rambut sama make up, yg urus jadwalnya  agentnya juga mereka dateng ke hotel dimana kita menginap, kita bayar ke orang nya langsung jd agent ga sebutin harganya berapa, waktu itu aku bayar make up 80 Euros, sama Rambut 120 euros. 2 jam sebelum pernikahan mereka dateng ke hotel buat bantu aku siap-siap.

– setelah selesai, jam 11 aku dateng ke old merchant court, penghulu sudah berada disana, pernikahn di laksanakan selama kira2 15 – 20 menit, minum champagne, selesai. sertifikat menikah nanti akan di kirim ke alamat kita karna akan di apostile dulu, saksi di sediakan, waktu itu saksi ku adik suami dan  dr pihak agent.

– kalo mau sewa fotografer juga di sediain , cuma waktu itu aku engga. foto-foto sendiri di pulau, keliling pulau, dan kebetulan iklimnya lagi bagus banget.

– tgl 22 nya kita pulang ke Jerman

oh ya aku juga minta jasa legalisasi di kedutaan indonesia di copenhagen biayanya 300 euros, sebenernya ini opsional ya, bisa urus sendiri juga, aku ga tau  waktu legalisasi ini ribet apa engga, tp agent ku lumayan kesel sih sama pihak kedutaan yang bertele-tele, dan lumayan memakan waktu, sampe aku harus pulang ke indo tanpa dokumen itu. mereka sampe 3 kali ke copenhagen buat tanya dokumen ku, untung saja mereka tetap profesional dan bertanggung jawab.

Setelah sertifikat di terima (tanpa legalisasi tetapi sudah apostile), satu minggu kemudian kita daftarin di rathaus dan standesam (aku agak lupa haha, tp kayanya bener, cuma kita gak dateng ke Burgeramt), waktu itu sih aku sempet di tanya-tanya, dan mereka sempet nanya apa aku bisa bahasa Jerman, suami ku bilang belum begitu bisa, dan aku masih akan balik ke Indo, kasus kaya aku gini lumayan langka di kota kecil tempat suami ku tinggal (menikah di denmark, beda agama, visa touris belanda ?), jadi mereka sempet nunggu keputusan dll. setelah aku sampai indo suami ku email mereka apakah status dia udh berubah, mereka bilang udah, dan gak perlu ke burgeramt.

jadi kurang lebih kaya gt prosesnya Kayka, mungkin buat yang lain yg ga pengen ribet bisa menikah di Denmark pilih tempat yang ga di pulau, contohnya Tonder, banyak juga kok yang menikah di sini…

===

udpate!

alhamdulillah visa r akhirnya minggu yang lalu keluar juga. r sempet stress karena dijutekin abis saat diinterview di kedutaan soal visa belanda, suami orang jerman tapi nikahnya di denmark dst dst… total2 r harus menunggu 10 minggu sampai visanya keluar. suami r juga sempat menghubungi ABH utk menanyakan status permohonan visa r. Herzlichen Glückwünsch R! 

 

Iklan

6 tanggapan untuk “menikah secara sipil di denmark

  1. Hallo mbk….aq minta tlg d jelasin lg secara jelas. Aq kn menikah di Denmark dan qta bda kyakunan.. Aq islam dan suami kristen.. Dia kn dtg k jkt tuk menjemput saya menikah d denmark… Minta tlg d jelaskn, visa apa yg sya apply dan sya jga blm pernah k demark… Minta tlg penjelasannya… Makasi.. Tlg email k putriseruni753@gmail.com
    Saya sgt tggu responya.. Mkasi

    1. hallo putri,

      nikahnya kalau boleh tau dengan orang mana ya?
      klo negara suami masuk kedalam negara schengen, sebaiknya apply visa schengen. applynya dimana, saya sarankan ke kedutaan dimana suami tinggal.

      salam
      /kayka

        1. hallo putri,

          gak usah bingung. mau menikah di indonesia bisa, mau menikah di denmarkpun gak masalah. coba dimulai dengan melihat persyaratannya dan kesepakatan putri dan calon maunya menikah dimana.

          salam
          /kayka

    1. hallo feny,

      menikahnya sama orang denmark atau gimana?

      klo hanya utk menumpang nikah di capil (kamu dan calon bukan orang denmark), share dari kontak saya disini hanya menggunakan terjemahan kartu keluarga saja.

      salam
      /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s