Diposkan pada Nikah Campur

Melaporkan Pernikahan Luar Negeri #2

UU Perkawinan sudah mensyaratkan bahwa perkawinan yang dilaksanakan di luar negeri tetap harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan UU Perkawinan. Jadi, sangat mungkin perkawinan sah secara formal di negara tempat perkawinan dilangsungkan, tetapi tidak sah menurut hukum Indonesia (lihat pasal 2 UU Perkawinan). Menurut Prof. Zulfa, bila syarat materiil tersebut dilanggar, maka perkawinan tersebut dapat dibatalkan. Ini adalah resiko yang mungkin dihadapi pasangan yang menikah di luar negeri, dan tidak mendaftarkannya sesuai batas waktu yang ditentukan UU Perkawinan. (hukumonline.com)

potongan paragraf yang saya temukan di internet saat bertanya-tanya sendiri kog repot-repot mengurus pelaporan perkawinan luar negeri. berhubung saya masih WNI juga, tentu saja saya pun ingin perkawinan yang kami langsungkan di negara suami tersebut sah menurut hukum yang berlaku di Indonesia…

***

2015-05-22 09.24 (1)
jam delapanan gitu deh kami meninggalkan rumah menuju Kantor Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta di Grogol. gak ngaruh ternyata tetep udah macet. sejauh mata memandang lautan motor dan mobil. hanya sesekali saja pemandangan ini diselingi oleh metro mini, kopaja dan bus Trans Jakarta. belum lagi ketakjuban memandangi kecuekan pengemudi-pengemudi yang dengan tenangnya menerabas jalur Busway. walau gak bisa membandingkan buah pepaya dan buah nanas, dibandingkan dengan Frankfurt yang penduduknya gak seberapa, terasa sekali perbedaan signifikan menyangkut komposisi kendaraan umumnya…

2015-05-22 (6)

2015-05-22 (26)

2015-05-22 (17)

hahhahah kog jadi ngelantur gini ya, yang mau dibahas sebetulnya apa sih? ok sesampainya di Kantor Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, didepan pintu masuk ada petugas yang menanyakan keperluan kami dan mempersilahkan untuk mengisi tamu dan mengambil nomor antrian. untuk urusan Laporan Perkawinan Luar Negeri yang ditekan adalah tombol nomor tiga.

2015-05-22 (7)gak lama sih nunggunya. pas gilirannya, setelah mendengar keperluannya apa petugas di loket tiga tersebut menanyakan apakah persyaratannya sudah lengkap semua. setelah diiyakan beliau menyerahkan tiga lembar blanko yang harus diisi (lembaran pertamanya ditempeli nomor antrian). sambil menandai mana-mana aja yang harus diisi dan ditandatangani…

lembar pertama
lembar pertama
lembar kedua
lembar kedua
lembar ketiga
lembar ketiga

***

semua dokumen disusun sesuai urutan yang tertera di dalam blanko nomor tiga. gak ada omong-omongan harus dimasukin map sih tapi semuanya saya masukkan kedalam map yang memang sudah disiapkan dari rumah:

  • Asli dan Fotokopi Akta Perkawinan Luar Negeri (beserta terjemahannya, terjemahannya juga dikopi ya)
  • Asli dan FotoKopi Surat Keterangan KBRI (saya menggunakan dokumen yang dikeluarkan oleh Konsulat)
  • Fotokopi Akta Kelahiran Suami (asli dan terjemahan, terjemahannya juga dikopi)
  • Fotokopi Paspor Suami
  • Fotokopi Akta Kelahiran Istri (kutipan akta yang dulu dikeluarkan oleh Capil)
  • Fotokopi KTP DKI Jakarta Istri
  • Fotokopi paspor Istri
  • Foto berdampingan ukuran 6×4 cm (4 lembar)

setelah selesai mengisi dan tanda-tangan, gak perlu ngambil nomor antrian lagi. dokumen-dokumen tersebut kemudian diperiksa dan dicocokan dengan aslinya oleh petugas yang ada di loket tiga. lembaran asli dikembalikan kepada kami dan beliau meminta kami untuk membuat kopi lembar pertama yang dijadikan sebagai tanda terima. fotokopiannya ada dipojokan disebelah lift. per dua lembar dikenakan biaya sebesar seribu rupiah. gak seberapa sih tapi kenapa juga mesin kopinya gak ditarok didalam loket ya, kan petugasnya bisa ngopiin buat kita… mmm

foto: ahok.org
foto: ahok.org

info dari petugas prosesnya seminggu. permohonan kami masukkan hari Jumat, artinya hari Jumat depannya baru jadi. sempet grrr juga dalam hati saat mendengar info ini. yasut masih harus bersyukur urusan hari itu langsung beres. gak kebayang juga harus mondar-mandir lagi ditengah kemacetan akut Jakarta yang tengah berbenah diri dengan proyek MRT-nya ini….

***

di hari H-nya sama sekali gak ngantri begitu dapet nomor antrian begitu langsung dipanggil nomornya. setelah sertifakt di tangan dan mengamati sebentar saya menemukan kalo nama yang tercantum menggunakan nama yang di akte kelahiran #nahlo… menurut petugasnya memang begitu, karena dokumen yang saya terima sifatnya hanya sebagai tanda bukti laporan perkawinan saja dan bukan merupaka akta perkawinan… soal ini dicantumkan di paragraf terakhir Laporan Perkawinan tersebut… #hahahhakenalagikarenagaknacasampaiselesai…

oh ya proses pelaporan perkawinan luar negeri ini gratis alias tidak dikenakan biaya… #okebangeeet. jadi jangan malas-malas lagi, mulai urus sendiri dokumen-dokumen anda. kenapa harus bayar kalau bisa gratis. selain jadi ajang latihan tahap awal tinggal di negara orang, cara ini juga membantu mempersempit ruang orang-orang yang cuma ingin mencari keuntungan atau ingin menyalahgunakan informasi yang ada didalam dokumen anda…

2015-05-22 (15)

2015-05-22 (14)

terakhir adalah slogan anti korupsi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Perkawinan Provinsi DKI Jakarta dan persyaratan umum untuk melaporkan perkawinan luar negeri disini…

sedikit banyak harus saya akui dibanding dengan saat mengurus dokumen tiga tahun yang lalu, berurusan dengan petugas-petugas sekarang terasa lebih cepat dan mudah.

Iklan

68 tanggapan untuk “Melaporkan Pernikahan Luar Negeri #2

  1. alhamdulillah lancar ya urusannya. dan udah mulai tertib. bagus! semoga jakarta jg makin tertib lalu lintasnya, ga banyak macet hehe

  2. wah gratis sama kayak legalisasi dokumen pernikahan di kementria agama juga gratis loh :-D, mending urus sendiri ya mbak selain lebih hemat kita jadi lebih ngerti urusan birokrasi:-)

    1. wah gratis juga ya dhy, bagus dong ya. tiga tahun yal pas saya ngurus legalisasi surat keterangan masih lajang mereka bilang sukarela aja. salah satu yang dalam konteks ini basi banget…

      betul dhy dengan mengurus sendiri kita jadi ngerti birokrasi disini. lagi itu kan dokumen kita sendiri…

      salam
      /kayka

  3. Waktu itu pernah ada yg email ke aku, nanyain hal yg sama, “memang harus ya mendaftarkan pernikahan di Indonesia?”. Aku jawab aja klo masih wni ya sebaiknya lapor, klo ga merasa wni lagi ya ga usah lapor πŸ˜€ .

    Baguslah klo skrg pengurusan surat2 lebih lancar dan tidak dipersulit, apalagi proses pelaporan perkawinan luar negeri ini ternyata sudah bebas biaya, semoga ga ada yg malas buat lapor lagi πŸ˜€ .

    1. iya mbak bersyukur banget dibanding dulu sekarang ngurus surat-surat seperti ini tidak dipersulit dan bebas biaya.

      mudah-mudahan ya mbak perbaikan seperti ini membuat orang lebih semangat mengurus sendiri dokumen-dokumen mereka…

      salam
      /kayka

  4. Ya, untuk pelayanan publik, memang birokrasi kita masih berbenah, meski masih agak lama dan harus siap menunggu lama (pakai banget). Dulu saya pernah mau urus paspor, baru sempat terlayani setelah makan siang. Sedangkan saya nunggunya dari pagi. Terbayang kan bagaimana lamanya :haha.

    Semoga ke depannya pelayanan umum jadi lebih baik lagi ya, Mbak.

    1. wah garing juga ya nunggu selama itu. tapi tetep deh bagus gar, gara ngurusin sendiri. dulu pertama saya bikin paspor yang ngurusin calo. kalo inget itu sekarang mmm

      mudah-mudahan ya gar, kita harus percaya semuanya akan menjadi lebih baik…

      salam
      /kayka

  5. Frankfurt? Nama saya berasal dari Frankfurt, kenangan di Frankfurt. Orang tua saya pernah dinas di sana beberapa waktu setelah mereka nikah tapi saya sih lahir di Jakarta. Hehehe. Pengen deh suatu saat ke FRA, pasti menyenangkan.

    1. #kewl berarti frany lagi di perut ibunya udah liat frankfurt dong ya. orangtua frany kerja di deplu ya?

      pas pertama liat nama frany saya ingetnya film itu lho miss fine, nanny fran… ah jadi kangen deh sama suara cempreng nanny fran.

      salam
      /kayka

  6. selamat siang, maaf mau bertanya tentang terjemahan akta nikah dan akta lahir itu diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, apakah terjemahannya harus di legalisir oleh notaris atau tidak? terima kasih.

  7. Kay, thanks sharing infonya. Trus selain mencatatkan ke dinas kependudukan – perlukan melaporkan ke Kemenum, Kemenlu dan Embassy dr negara suami yg di Jakarta ? Thanks Kay…

    1. sama-sama chatarina πŸ™‚

      hanya ke dinas kependudukan saja, gak perlu ke kementrian lain atau ke kedubes.

      salam
      /kayka

      1. hi mba kayka,
        salam kenal. mba, aku mau nanya dong, pernikahanmu yang di dafterin di jakarta itu satu agama apa beda agama mba? kalau beda agama sama gak prosedurnya?
        di tunggu balasannya ya mba. makasibh banyak sebelumnya

        1. hallo rica,

          salam kenal juga.

          kita seiman tapi karena menikah di catatan sipil jadi gak dikait2an dengan agama. menikahnya di catatan sipil juga kah? klo iya prosedurnya sama aja yang penting bisa memperlihatkan surat keterangan perkawinan dari kbri.

          salam
          /kayka

  8. Hi Selamat Sore Mba Kayka. Saya dengan Pamela (Malaysian). Saya mau tanya, di komen mba sebelumnya menyatakan hanya perlu memperlihatkan keterangan perkawinan dari KBRI (walau beda agama). Jadi misalnya saya mau menikah di australia, dan mau daftar di indonesia (calon suami WNI), saya tidak perlu bawa surat keterangan dari kedubes Malaysia kan untuk register sipil di Indonesia?

    Dan caranya atau dokumen apa saja yang diperlukan untuk meminta surat keterangan perkawinan dari KBRI selain mengisi FORM C-03?

    kemudian, AKTA pernikahan yang sudah keluar harus kita proseskan authentication lagi kah untuk bisa di terima oleh kantor Dina Dukcapil?

    Ditunggu balasannya, Mba.

    Terimakasih banyak sebelumnya.

    1. hallo pam,

      selamat pagi, maaf agak telat balasnya ya.
      ok, pam orang malaysia dan suami orang indonesia, tapi mau menikah di australia.
      mmm sependek pengetahuan saya, hanya perlu surat dari kbri kalau ingin mendaftarkan perkawinan di indonesia.
      apa saja yang diperlukan, saran saya supaya gak simpang siur pam sebaiknya cek site kbri canberra atau tanya per telepon atau imel.
      untuk legalisasi, cukup membawa akta pernikahan australia ke kbri canberra atau ke konsulat indonesia di australia (melbourne, perth, sydney, darwin, adelaide atau brisbane). petugas disana mengeluarkan yang namanya surat keterangan perkawinan. surat ini yang nanti pam bawa ke catatan sipil indonesia untuk keperluan melaporkan pernikahan luar negeri.

      oh ya apa saja yang saya serahkan di konsulat indonesia di jerman bisa pam cek di https://kaykakayka.wordpress.com/2012/04/27/lapor-diri-di-perwakilan-ri/

      salam
      /kayka

  9. Siang mba .. makasih infonya mba di atas .. mba sy mau tanya sy sudah menikah di sing .. mau melaporkan di capil jaksel tp ko mereka minta surat n1sampe n5 lg ya mba… apa harus capil yg di grogol tmpt mba lapor ini untuk nikah luar negeri .. sy nikah di sing karena istri sy moeslim dan sy katolik … yg sy mau tanyakan mungkin mba tau apakah harus ada surat pengantar dr rt rw kelurahan ? Trus apa harus capil yg di pusat ya mba ? Trimakasih sebelumnya mba..

    1. selamat siang taruna,

      lapor nikah luar negeri gak di capil wilayah tapi langsung ke capil pusat di grogol. dan gak perlu pakai surat pengantar apapun lagi. cukup melengkapi persyaratan seperti postingan saya di atas aja.

      salam
      /kayka

  10. Hii..
    Saya mau nanya nih mba. Kan KTP mba di DKI kalau misal mau pelaporan di wilayah lain kira2 diterima ngga ya?

  11. Halo, numpang tanya, terjemahan akta lahir suami dan terjemahan surat nikah di luar negeri itu dalam bhs indonesia atau terjemahan ke bhs inggris aja? Kalau dalam bhs indonesia, apa harus penerjemah lisensi dari indonesia?
    Makasih banget ya infonya

    1. klo ngurus suratnya di indonesia, ya sebaiknya diterjemahkan ke bahasa indonesia. klo dari kedutaan jerman mereka punya daftar penterjemah tersumpah, jadi hanya boleh diterjemahkan ke penterjemah yang ada dalam daftar mereka.

      surat nikah luar negeri gak perlu diterjemahkan sendiri. bawa ke konsulat atau kedutaan, nanti dapet surat keterangan perkawinan dalam bahasa indonesia.

      salam
      /kayka

        1. yg dibawa ke kedutaan hanya akta pernikahan saja.

          akta lahir dibawa ke penterjemah bukan ke kedutaan. kalo urusan sama pemerintah jerman gak bisa ke sembarang penterjemah hanya penterjemah tertentu saja, jadi harus liat daftarnya siapa saja. calon suami agnes orang jerman bukan?

          salam
          /kayka

          1. Bukan, dari negara lain. Kita juga menikahnya di luar negeri, dan dia sudah daftar surat nikah itu di negaranya. Jadi mbak kayka tetap harus lapor lagi ke kedutaan negeri suami di jakarta ya? Akta lahir itu boleh diterjemahin di negaranya atau harus penerjemah indo?

            1. ok, kalo agnes baca lebih teliti postingan saya disini dan juga yang ini https://kaykakayka.wordpress.com/2015/05/28/melaporkan-perkawinan-luar-negeri-1/ – melaporkan pernikahan luar negeri di indonesia urusannya hanya antara kita dengan pemerintah indonesia saja. pernikahan dengan suami di negara suami, udah secara otomatis terdaftar disana, jadi gak ada hubungannya lagi dengan kedutaan negara suami di negara kita.

              btw klo saya boleh tau akta lahir suami mau diterjemahkan ini keperluannya utk apa ya? klo saya dulu akta lahir suami diperlukan hanya saat mengurus surat izin menikah saja.

              salam
              /kayka

              1. Kan di halaman ini mbak kayla bilang perlu bawa akta lahir suami untuk lapor pernikahan luar negeri di indonesia, jadi saya bingung apa akta lahir itu harus diterjemahin di indonesia, atau dibawa lagi ke kedutaannya di indonesia? Atau cukup diterjemahin di negeranya aja (asal dalam bahasa indonesia). Maaf, saya cuma bingung di mana terjemahinnya

                1. ok, dulu waktu lagi ngurus surat untuk keperluan menikah di luar negeri pake surat lahir suami juga ga? klo masih ada terjemahannya bisa pakai itu aja.

                  kalo gak ada, cukup diterjemahin di indonesia. dimana? dulu waktu ngurus terjemahan dokumen agnes dimana? nah bisa disana aja.

                  semoga cukup jelas ya.

                  salam
                  /kayka

  12. Hi mb kayka.. aku mau tanya klo aku baru mau lapor pernikahan setelah 3 tahun ada denda atau semacamnya tidak? Thanks

    1. hallo juga indah,

      saya kira tidak.
      contohnya saya menikah tahun 2012, lapor nikah luar negerinya baru bisa terlaksana tahun 2015. tapi alhamdulillah tdk didenda.

      salam
      /kayka

  13. Halo mbak kayka,
    saya akan pulang ke indo dan melaporkan perkawinan LN di capil, tapi suami baru bisa menyusul ke indo sebulan kemudian karena tidak bisa meninggalkan urusan pekerjaan sedangkan saya baca pelaporan maksimal 30 hari setelah kedatangan saya atau kami berdua? apakah kalau telat melapor akan terkena denda?
    Lalu apakah cukup hanya melaporkan di capil saja atau harus di KUA juga? prosedur apalagi yang harus dilakukan? apakah bukti laporan pernikahan LN di capil mempunyai kekuatan hukum? Danke mbak..

    1. hallo shelly,

      kalau melaporkan perkawinan aja suami gak perlu hadir secara fisik. tapi persyaratannya semua harus lengkap spt paspor dan lain-lain seperti yang saya tulis disini.

      soal telat saya kira gak ada dendanya karena perkawinan kamipun baru saya laporkan tiga tahun sesudah menikah.

      utk pelaporan perkawinan gak perlu ke kua lagi.

      soal apakah lapor nika luar negeri di capil punya kekuatan hukum? tentu saja.

      dibawah ini kutipan dari UU Perkawinan No. 1 tahun 1974:
      “Perkawinan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia di luar negeri dapat diakui sebagai perkawinan yang sah apabila telah di daftarkan di lembaga pencatatan setempat dan mendapat surat bukti perkawinan”

      salam
      /kayka

      1. Terima kasih sebesar-besarnya lho mbak kayka, mau repot-repot menulis semua info di sini. Kami-kami yang di luar negeri ini terbantu sekali. Entah berapa orang yang hemat waktu hemat duit, hemat stress, berkat artikel ini. Wish you all the best, yaa…

        1. hallo vina,

          trims juga vina udah mampir. senang lho kalo ternyata tulisannya berguna.

          wish you all the best too…

          salam
          /kayka

  14. Hallo mbak kayka,

    saya rencana akan menikah dgn WNA India dan menikah dinegaranya. (beda agama)

    Yang ingin saya tanyakan, apakah dokumen yg saya akan bawa kesana spt Akta Kelahiran, Single affidavit harus dilegalisir? Dan juga apa butuh surat pengantar dari kedutaan?

    Terimakasih mbak:)

    1. hallo alya,

      maaf agak terlambat balasnya ya.

      beda negara beda aturan. biar gak simpang siur sebaiknya datangi langsung kedutaan india di jakarta persyaratan menikah di india apa saja.

      salam
      /kayka

  15. Hallo mba. Makasih banyak infonya. Saya kebetulan KTP bali dan menikah di US, apakah bisa melapor pernikahan langsung ke dukcapil pusat di grogol? Karena dukcapil di denpasar mintanya harus kedua suami istri harus datang sedangkan suami sy agak susah untuk ambil cuti kerjaan.

    1. hallo anaz,

      setahu saya lapor nikah ini harus di capil daerah dimana kita tinggal. saya daftarnya juga cukup lama yaitu tiga tahun setelah menikah. menunggu waktu mudik cocok dengan jadwal suami.

      salam
      /kayka

  16. haloo mba kayka,,
    aku mau nanya dong,, setelah kita melaporkan pernikahan kita di indo ada hak2 istimewakah yang dikasih sama pemerintah kita?
    kaya misalnya istri saya bisa bekerja di indo apa ngga?

    makasih mbaa…

  17. selamat malam mba.. kebetulan lagi browsing artikel seperti ini. saya dan istri sama2 WNI, tpi nikah di luar negri (kuwait). surat2 pengantar dri indo lengkap (N1-N5)karena itu sarat untuk mendapatkan surat pengantar nikah dari KBRI Kuwait. akte nikah resmi ada dri mahkamah pernikahan sana tpi bhsa arab, tpi saya tidak melaporkan kembali ke KBRI setelah menikah, jadi akte nikah tidak ada Stempel KBRInya. sekarang saya sudah di Indo, jadi saya tidak punya surat keterangan menikah dari KBRI. apakah masih bisa ya diurus. untuk mendapatkan pengesahan di capil. atau apakah bisa kita minta surat keterangan dri KBRI Kuwait lewat email? terimakasih mba

    1. selamat malam mas sugeng,

      saya kira gak ada salahnya mengontak KBRI lewat imel. tuliskan apa adanya seperti yang mas sugeng tulis disini, belum mengurus surat keterang menikah di kbri kuwait tapi sudah pulang ke indonesia. saya kira mereka insya allah memberikan jalan keluarnya.

      salam
      /kayka

  18. Hi…. Setelah pelaporan, krn sertifikatnya bukan akta perkawinan, bgm selanjutnya utk mendapatkan akta perkawinan? Apa saja persyaratan nya? Terima kasih sebelumnya…

      1. Oh sorry….di postingan terakhir tertulis ” bukan akta perkawinan” hanya pelaporan saja….apakah di lanjutkan proses utk membuat akta perkawinan setelah proses pelaporan?
        Terima kasih atas balasannya….😊

        1. hallo ratna,

          ic, setelah proses melaporkan selesai, mereka hanya mengeluarkan sehelai sertifikat seperti foto diatas aja. artinya proses selesai sampai disitu.

          akta perkawinan kan kita udah punya, yaitu surat yang dikeluarkan oleh lembaga yang menikahkan kita di luar negeri.

          salam
          /kayka

          1. Makasih banyak jawabannya…..sangat membantu saya yang kebingungan…sekarang saya menuju tahap pembuatan spouse visa ..terima kasih mba Kayka…..😘😘😘

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s