Diposkan pada Health

Fuβpflege vs Podologie

masih seputar kuku jempol. beberapa waktu sebelum operasi kuku jempol saya sempat menyerahkan perawatan kaki ditempat praktek Fuβpflege yang ada didaerah kami. saya gak kepikiran pergi ketempat ini karena saya pikir pasti lebih mahal dari tempat perawatan kaki yang sifatnya lebih kearah kosmetik. tapi berhubung senut2 di jempol gak berkurang juga maka saya putuskan untuk mampir dan bertanya. gak bayar ini kalau nanya aja 😀 ternyata o ternyata deh gak beda jauh dengan harga yang dibandrol tempat2 perawatan kaki pada umumnya. nyesel juga karena peralatannya canggih dan tenaganya yang memang profesional sekali.

***

nah kalo Podologie lain lagi, saya tahunya dari Apotekerin di apotik langganan gara2 beli perban beberapa waktu yal. setelah ngobrol2 dan mengamati model kuku saya yang bulat dia bilang kalau gak jamin operasi bikin kuku jenis seperti ini gak numbuh kedalam lagi. dan menyarankan gak ada salahnya ketemu dengan dengan Podologer karena mereka punya alat bantu yang membuat kuku jadi rata. hihihi ada2 aja, gak hanya gigi aja ternyata yang bisa dibikin rata kuku jugaaa 😀 gak sih kalau ada alternatif lain selain operasi kenapa tidak. terus terang saya rada2 trauma akibat suntikan bius lokal yang sakitnya itu lho. belum lagi kurun waktu masa penyembuhannya. inilah yang membuat saya berpikir2 lagi untuk mengoperasi kuku jempol satunya lagi.

***

jadilah saya halo2 dan bikin janji ditempat praktek Podologer yang gak jauh dari tempat tinggal kami, untuk perawatan kaki dan konsultasi. harganya 10 Euro lebih mahal, wadaooo. bisa sih 5 Euro lebih murah kalau saya punya resep dari Hausarzt. yang ada suami deh yang telepon ke tempat praktek Hausarzt maklum minta resep baru lewat telepon mesti tanya jawabnya agak panjangan :p itu aja jawabannya negatif, tidak bisa karena Hausarzt hanya mengeluarkan resep khusus penderita diabetes saja, yaaa 😦

yasut sekali ini gapapa deh harus mengorek dompet lebih dalam. sambil Podologernya kerja sambil ngobrol soal apa dan bagaimana meratakan kuku jempol tsb. judulnya saya harus mendatangi Hausarzt, membicarakan keluhan sakit dan menyerahkan brosur Unguis incarnatus &  metode penyembuhan kuku yang tumbuh kedalam daging tsb. kalau Hausarzt menyetujui perawatan alternatif non-operasi ini maka saya akan mendapat resep yang kemudian harus dikirim ke Krankenkasse. sesudahnya tergantung jawaban dari Krankenkasse…

Iklan

10 tanggapan untuk “Fuβpflege vs Podologie

    1. iya mas ahli kaki.

      eits jangan salah mas kadang walo sering gak ada penjelasan ilmiahnya pengobatan a la kampoeng terbukti lho.

      tapi jempol dinasiin heheheh sayang nasinya ah 🙂

      salam
      /kayka

  1. btw, aku masih bingung nih soal ahli kaki, si MB juga jempol tangannya kukunya gak tumbuh karena dulu sering luka dan terkelupas sampai skrg selalu pakai plester hansaplast ..tiap hari.. itu sama ya? bisa perawatan kayak ginian? kuku ibu jari sih yang bermasaalh ini di kedua tangannya ..

    1. gak ngerti juga ya sit apa berlaku utk kuku yg gak numbuh. masalah saya sendiri adalah kukunya tumbuh masuk kedalam daging akibat pemakaian sepatu yg kurang cocok.

      salam
      /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s