Diposkan pada Health

kontrol ke dokter kandungan

2013-05-01.01

setelah menunggu kurleb enam minggu, hari senin kemarin akhirnya tiba juga jadwal saya dengan dokter kandungan wanita yang direkomendasikan sohib saya, a. udah ngecek2 disini juga untuk baca2 rekomendasi pasien lainnya juga. hari itu ketemunya dengan dokter pengganti krn dokter kandungan yang sebenarnya baru kembali dari cuti melahirkan hari kamis ini.

berhubung ini adalah kunjungan pertama saya di klinik wanita ini, saya harus mengisi kembali data pasien. setelah menunggu 30 menit dari jadwal yang diberikan didampingi suami saya masuk kedalam ruang pemeriksaan. ada sedikit perasaan lega melihat dokternya walau masih muda tapi terlihat ramah. begitu juga ketika melihat penampakan kursi pemeriksaan yang tidak seseram kursi2 yang sudah2. model kursinya seperti foto dibawah ini hanya warnanya ungu.

Quelle: frauenarztbesuch.de
Quelle: frauenarztbesuch.de

setelah dipersilahkan duduk, hal pertama yang saya sampaikan adalah alasan saya pindah dokter. beliau bisa memahami dan akan memperhatikan serta berhati2 soal ini. kata2 itu aja sudah berhasil mengurangi sedikit kecemasan saya. sesudah itu baru deh kita ngomong2 soal keluhan saya sehubungan dengan operasi yang saya jalani september tahun lalu.

Vaginalspekulum paruh bebek (Quelle: de.wikipedia.org)
Vaginalspekulum paruh bebek (Quelle: de.wikipedia.org)

judulnya beliau akan melakukan Krebsvorsorge,  pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker secara dini. pemeriksaan pertama pap smear. duh tobat pengen kabur aja *dengan mata yang mulai kabur oleh air mata* saya berusaha nawar: „-apa gak bisa dilihat dari luar aja dok? apa gak bisa sambil tiduran biasa aja dok? dst sdt…“ dokternya tersenyum manis dan bilang:„-sayangnya belum bisa. dan harus duduk kalau tidak saya tidak bisa melihat dengan jelas.“ dokternya tenang sekali serasa ngobrol sama temen aja. beliau meminta saya untuk menanggalkan pakaian bagian bawah dan mempersilahkan saya duduk dikursi berwarna ungu lembut tsb. setelah saya duduk beliau menunjukkan spekulum yang dipilihkannya utk saya dan meminta saya untuk memegang dan merasakan sendiri kalau alat tsb tidak tajam. kemudian dilanjutkan dengan memperlihatkan model transparan panggul wanita, sambil bercerita sambil beliau menunjukkan apa yang akan dilakukannya dengan spekulum tsb. sempat takjub krn baru sekali ini melihat model anatomi yang memperlihatkan sejelas2nya organ2 yang ada dibalik perut seorang wanita yang nyaris tidak ada beda dengan aslinya.

mengetahui dengan jelas apa yang akan dilakukan dokter keturunan brasil ini membuat hati saya bertambah tenang. didampingi suami, dokter yang menurut perkiraan saya berusia paling tinggi 35 tahun ini dengan sabar mempersiapkan sampai saya betul2 tenang dan meminta saya untuk menarik nafas dalam2 selama pemeriksaan. kedua kali baru deh berhasil. setelah memeriksa bagian luar perut saya, dokter tsb meminta saya untuk mengenakan kembali pakaian bagian bawah saya dan melepaskan pakaian bagian atas untuk pemeriksaan payudara. setelah selesai memeriksa kedua payudara saya beliau mengatakan dua2nya ok *alhamdulillah yra* jadi tinggal menunggu hasil pemeriksaan lab saja. asli kehilangan kata2 dan memeluk erat dokter mungil tsb. pertahanan bendungan air mata saya bobol, deras berhamburan begitu saja tidak bisa ditahan lagi. dokter yang dengan cara dan sikapnya bisa membantu pasien sepenakut saya untuk melalui pemeriksaan yang jadi momok besar saya ini. dan setelah agak reda setengah berbisik dokter dengan senyuman tertulus yang pernah saya lihat ini mengatakan: „ok, jangan takut lagi ya. saya sudah catat semuanya biar Frau Dr. B tau kalau nanti memeriksa anda.“ dan mengingatkan agar saya memeriksakan diri minimal setahun sekali…

untuk keluhan disekitar pusar, dokternya bilang dari sisi dia sebagai dokter kandungan tidak melihat sesuatu kecuali organ tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri. tapi untuk mengurangi kecemasan saya dokter menyarankan saya untuk memeriksakan diri ke dokter internist.

terima kasih dok…

Iklan

10 tanggapan untuk “kontrol ke dokter kandungan

    1. dokter penggantinya dokter wanita juga mbak. permasalahnya dari dulu saya takut sekali berurusan dengan dokter kandungan 😦

      spekulum menurut saya lebih mendingan dari alat serupa yg biasa digunakan untuk memeriksa kuping. bukaan spekulum bisa diatur sementara alat satunya lagi ukurannya sudah fix.

      untung bener ditempat praktek dokter wanita ini alat2 pemeriksaan yg serem2 itu disimpan didalam lemari jadi mengurangi kekederan.

      salam
      /kayka

  1. Ketemu dokter yg ga cuma pinter tp perhatian memamng melehakan ya mbak.
    Dsog sy di jogja persis kyk dsog mb kay. Sabar pinter, pas dipasang spekulum jg sy takut tp pas dikasih aba2 tau2 aja udah kepasang kayak g berasa.

    Btw kursinya bagus sepertinya lebih nyaman, g kyk kursi litotomi yg peyangganya di lutut ya mb.

    1. alhamdulillah ya mbak indri, untungnya masih ada dokter2 pengertian gak cuma target aja.

      desain kursinya benar2 nyaman mbak, terutama pegangan dan tatakan kakinya itu. sebelum duduk kursinya diatur spt kursi biasa. setelah kaki naik, baru posisi kursi diadjust ke posisi pemeriksaan. pada posisi itu saya gak bisa liat dokternya lagi kecuali kalau dia berdiri atau mengangkat kepalanya.

      salam
      /kayka

  2. O iya mb, ttg sakit di pusar itu udah lama?
    Udah pernah coba pakai gurita?
    Gurita mb tau kan? Yg kyk korset tp dr kain bny talinya, biasanya buat hbis lahiran. Dl pas habis lahiran perut sy daerah pusar sakit, krn kan rongga perut jadi lowong. Klo pake gurita kayak kesangga gitu.
    Skrg ada gurita model korset, g terlalu kencang kyk korset tp nyaman menyangga. Udah pernah coba mb?

    1. mmm mungkin udah sekitar dua tiga bulanan gitu deh mbak indri tapi on and off.

      iya mbak gurita saya tau, sayangnya gak punya e adanya stagen. boleh diganti stagen aja gak mbak?

      salam
      /kayka

      1. Bisa g ya mb? Soalnya stagen kan kenceng bgt ya. Sy g kuat pke stagen soalnya suka g nyaman n g rileks. Seseg nafas malahan seringnya.
        Atau beli korset karet aja mb tp pakainya agak longgaran trus perekatnya taruh belakang biar g sakit yg depan. Eh iya mb, konsul juga boleh atau g pasca op nya mb dipakein korset.

        1. betul mbak selain kalau udah selesai dibebat jadinya tebel jadi gak nyaman buat dipake duduk. serba salah kalo kurang kenceng posisinya malah lari ketarik keatas.

          iya ya ada baiknya dikonsultasikan dulu takut kesalahan krn gak ada omong2 mesti pake korset. jadi inget awal2 selesai op mau batuk aja takut rasanya perutnya ketarik semua…. 😦

          anyway, terima kasih sarannya mbak 🙂

          salam
          /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s