Diposkan pada Frankfurt

jalan-jalan di frankfurt (1)

Frankfurt a.M. Hauptbahnhof
Frankfurt a.M. Hauptbahnhof

el, temen sekantor yang juga temen baik semasa jakarta, liburan dua bulan di jerman. mumpung disini, el sudah bikin daftar tempat2 yang ingin dikunjungi. tapi eksekusinya sambil jalan. liat cuaca, harga dsb. posko el selama di jerman di Stuttgart. minggu ini el rencananya Frankfurt dan Berlin. berhubung kami tidak punya kamar ekstra,  saya ngebantuin el nyariin penginapan murmer à la backpacker. el suka travelling dan explore memang. yang penting aman, bersih dan gampang kalo mau kemana2.

pertama saya nyariin kamar lewat airbnb.de, dilaman ini kita bisa nyewa kamar dirumah orang yang menyewakan kamarnya. rata2 dapur, kamar mandi, tempat nyuci baju dan ruang tamu berbagi dengan yang punya rumah. tapi el kurang sreg, kalo bisa yang modelnya youth hostel aja. akhirnya ketemu beberapa youth hostel yang kelihatannya ok. budget el maksimal 20 Euro, setelah ngebanding2in harga dan baca2 rekomendasi tamu2 yang pernah menginap, pilihan saya jatuh ke Five Elements Hostel karena hostel yang terletak di jalan Moselstrße 40 ini lokasinya dekat kemana2, termasuk Frankfurt Hbf. senin malam el konfirmasi kalo udah booking hostel tsb untuk dua malam.

***

rencana hari pertama (26.02.2013) adalah sbb: jemput el di Frankfurt Hbf, nitipin barang el di hostel dan lihat2 yang kudu dilihat selama di Frankfurt.

el naik IC dari Stuttgart dan baru nyampe jam 12-an kurang sedikit, terlambat beberapa menit dari waktu yang diperkirakan 11:40.  el beruntung sekali dihari kedatangannya ini Frankfurt tidak saljuan dan diguyur hujan. padahal dua minggu terakhir cuaca buruk gak ok banget dipake buat mengukur jalan. hasil foto juga gak akan seberapa bagus krn langit  gak keliatan. berdasarkan pengalaman saya sendiri kalo ingin nuris kesini itu paling ok antara april s.d. september.

***

Kaiserstraße yang letaknya persis diseberang stasiun utama Frankfurt a.M.
Kaiserstraße yang letaknya persis diseberang stasiun utama Frankfurt a.M.

setelah kangen2an dan el foto2 sebentar kita langsung menuju ke hostel tempat el akan menginap. check-in-nya jam empat sore tapi bagasi bisa dititipkan disana. belok dari Kaiserstraße baru deh el ngeh kalo hostel-nya ada didaerah distrik lampu merah. ok, tapi gak perlu horor duluan, daerah ini aman. selain itu prostitusi di jerman legal. jadi profesional, kaya orang kerja biasa harus bayar pajak, punya asuransi dsb. kalopun papasan dengan orang mabuk, mereka umumnya tidak menganggu orang.

pintu Five Elements Hostel gak bisa dibuka dari luar. kita harus harus ngebel dulu. sesampainya didalam el lega ngliat tamu2 yang ngantri atau duduk di lobi masih pada muda2. beberapa kelihatan sibuk ngenet dari laptop atau tabletnya. pegawai hostelnya juga masih muda2 dan pakaian mereka santai aja. nah proses check-in yang agak lama krn el tdk bisa memperlihatkan nomer booking hotel-nya. ternyata el tidak booking online melainkan lewat telefon. saat pihak hotel mau konfirmasi imelnya mental. salah denger alamat imel ternyata, kurang tiga huruf. halahhh untung akhirnya komunikasi el dengan pihak hostel ketemu juga didalam data mereka. alhasil kamar share tiga orang khusus perempuannya udah udah full. yang sisa kamar share enam orang tamu perempuan. ada satu kamar singel tapi harganya lewat dari budget el.

akhirnya el menyetujui untuk mengambil kamar share enam orang khusus perempuan tsb. setelah melunasi pembayaran, el dapat dua kartu, satu kartu berisi data manual check-in dan satu kartu kunci kamar (depositnya 2 Euro). satunya lagi semacam sticker panjang untuk ngetekin tempat tidur. berhubung jam empat sorenya masih lama, selesai urusan check-in kita turun ke ruang bawah tanah yang ada ruang penitipan bagasinya. kunci yang dipinjamkan ke el? ha ah a gede pake rante. sayang banget gak difoto. selain kamar penitipan bagasi, diruang bawah tanah ini ada fasilitias meja bilyar, sofa untuk nonton tv dan dinding info seputar tujuan dan nuris di jerman.

lain2nya:

  • hostelnya terbuka untuk tamu2 yang berusia antara 18-45 tahun.
  • disediakan sarapan standar eropa antara jam 07:30-12.30. harga kamar udah inkl. sarapan kalo nginepnya tiga hari atau lebih. kurang dari itu dikenakan biaya 4 Euro per orang.

***

selesai dari sana baru deh kita jalan. oiya saya gak punya sim dan el gak pede nyetir kiri. sebenernya tempat2 yang kita lalui berdekatan tapi berhubung dingin lebih baik beli Tageskarte Frankfurt seharga 6,40 Euro. saya gak beli lagi karena udah beli Tageskarte dari tempat saya. untuk Gruppentageskarte Frankfurt, tiket seharian untuk maksimal lima orang harganya 9,50 Euro. dengan tiket ini kita bisa naik semua line BusStraßenbahn, U-Bahn dan S-Bahn di Frankfurt. ngomong2 tiket sepertinya bebas gak ada yang ngontrol tapi kalo pas ada Kontroller dan kita gak bisa menunjukkan tiket perjalanan yang masih berlaku, dendanya 40 Euro.

berhubung el belum punya gambaran apa yang mau dilihat di Frankfurt, akhirnya ngikuti pilihan saya saja sbb: Maintower, Bankviertel, Zeil, Kleinmarkthallen, Römer, Alte Oper, Freßgass, Frankfurter Wertpapierbörse, Goethestraße dan Goetheplatz.

***

Maintower

ingin melihat Frankfurt dari ketinggian? Maintower-lah tempatnya. tinggi bangunannya 200 meter, kalo plus tiang radar jadi 240 meter. kalo cuaca buruk ada baiknya ngecek laman Maintower, buat jaga2 aja daripada buang2 langkah. tiket untuk dewasa harganya 5 Euro. sebelum naik kita harus melewati pemeriksaan spt di bandara. liftnya langsung ke lantai 53 dan 54. lantai 53 untuk restoran, 54 untuk melihat pemandangan kota Frankfurt dari atas.

***

Bankviertel

***

Zeil dan My Zeil

***

Römer dan sekitarnya

***

Alte Oper, Goethestraße dan Goetheplatz

***

hari beranjak gelap dan bertambah dingin. kita berdua juga udah kecapean 🙂 el saya anterin balik ke hostel. nemenin dia turun ruang bawah tanah untuk ngambil bagasi. abis itu langsung ke lantai lima dimana kamar el berada. gak ada orang pas kita masuk tapi kelima tempat tidurnya sudah ada yang ngetekin. dikamar tsb ada tiga tempat tidur tingkat dan disetiap kolong tempat tidur ada dua buah tempat penyimpanan barang yang bisa digembok. misal gak bawa gembok bisa beli di resepsionis harganya 2 Euro. lima tempat tidurnya udah keambil, jatah utk el tinggal tempat tidur yang diatas. pemandangan dari balik jendelanya karena udah malem kelihatan dari jauh lampu2 dari berbagai gedung2 bank yang ada di Frankfurt. sebelum saya balik kita turun nanyain supermarket terdekat dari hostel just in case el kepengen sesuatu. ada Netto disana, tinggal keluar dari hotel belok kiri  abis itu kiri lagi, gak jauh lah langsung kelihatan katanya, sippp…

dari daftar tempat2 yang ingin dikunjungi hanya dua yang gak terpenuhi. yang satu Frankfurter Wertpapierborse, kelewat krn el keasyikan foto2. satunya lagi Kleinemarkthalle, kalo yang ini memang gak ngejar waktunya…

Iklan

8 tanggapan untuk “jalan-jalan di frankfurt (1)

    1. siiip mbak nella, tunggu sampe agak panasan sedikit biar langitnya biru 🙂

      terima kasih sudah berkunjung ya 🙂

      salam
      /kayka

    1. hi hi hi konsep ngeblognya memang tidak menampilkan foto diri mbak. kalo mbak indri perhatikan nama2 orang yang saya tulispun hanya inisial saja… 🙂

      salam
      /kayka

    1. bisa jadi ya tam. kami bioskopnya di Offenbach 🙂

      btw kalo gak bagus2 banget saya masih merasa rugi nonton di bioskop. pertama feelingnya gak dapet krn suara bintang2 filmnya berubah semua. kedua kelas bahasa yg udah saya kuasai masih jauh dari cukup untuk mengikuti keseluruhan alur cerita…

      salam
      /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s