Diposkan pada Refleksi

hikmah dibalik sakit…

bangun2 saya mendapat kabar yg sangat memukul perasaan, adik bungsu saya divonis gondok beracun. tak henti2nya dalam waktu singkat cobaan sakit menerpa kami kakak beradik. saya sedih sekali dan sesaat sempat kembali mempertanyakan keadilan allah. kenapa semua ini engkau timpakan kepada kami ya allah? kenapa bukan orang2 yg memunggungimu aja ya allah?? tapi seketika itu pula saya tersadar, ingat kalau ini godaan setan. ampunilah hamba yg mempertanyakan ‘pemberianmu’ ya allah. bukannya koreksi diri, malah berpikir golongan orang2 itulah sepantasnya ditimpa penyakit bukan hamba dan saudara2 hamba. emang hamba siapa ya allah? punya hak apa hamba ya allah kog lancang sekali, brani2nya menuding orang2 itu lebih pantas menerima musibah ketimbang hamba dan saudara2 hamba?? pada akhirnya hamba menyadari ya allah bahwa hamba tidak lebih baik dari umatmu yg lain. engkaulah yg maha mengetahui ya allah. ampunilah hambamu ini ya allah, rendahkan jugalah hati kami, kuatkan jugalah keimanan kami, berikan jugalah kepada kami kekuatan utk bersama2 melewati masa2 sulit ini. bimbinglah kami, tunjukilah kami jalan ya allah utk menjadi manusia2 yg lebih baik *amien amien yra*

berawal dgn akhir juni lalu ketika kakak saya  yg paling takut urusan sama rumah sakit terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit krn muntah2 dan panas tingginya yg tdk turun2. saat itu kk sedang bertugas di bogor. menurut dokter ada kemungkinan virus di hati kk. kakak saya bekerja sbg auditor di salah satu instansi pemerintah. tempo kerja kk tinggi sekali. baru nyampe rumah udah harus siap2 berangkat lagi. stp whatsapp-an mesti kk sedang berada ditempat lain.  foto kk di rs yg saya terima via whatsapp nyaris tdk saya kenali. kalau saja kk tdk mengenakan bajunya, perlu waktu utk saya mengenalinya kembali.  tiada hari tanpa air mata dan doa utk kesembuhan kk. kurang dari seminggu kakak diizinkan pulang ini juga krn kk bolak balik minta pulang. kk harus istirahat. alhamdulillah setelah beberapa saat hasil pemeriksaan lab kk normal. pelan2 secara bertahap kk mulai beraktifitas seperti biasa lagi.

di bulan suci kemarin giliran saya ketahuan punya Myome segede apaan tau dan harus segera di operasi. mendengar kata operasi saja bukan main stressnya kk. belum lagi ditambah berita rahim saya harus diangkat. yg ada krn kk menangis sengungukan. yg ada bikin saya ikut2an nangis juga. walau saya sendiri cemas tp berusaha menenangkan kk dgn mengatakan bhw penyakit ini penyakit biasa yg diderita kaum hawa. jd walo dioperasi bukan sesuatu hal yg spesial alias sdh dilakukan ribuan kali oleh dokter2. saya cuma minta didoakan op-nya lancar dan bisa pulih spt sedia kala.

dan hari ini berita adik divonis gondok beracun. gondok dan tiroid bukan penyakit asing dalam keluarga kami. sekurang2nya dua kakak ibunda saya menderita penyakit ini. kemudian saya dan sepupu kami. sebenarnya kebanyakan penderita tiroid adalah kaum hawa. sedihnya adik saya masuk prosentase kecil kaum adam yg terserang penyakit ini. menurut dokter dalam setahun dua tahun kedepan benjolan di lehernya akan mengempes.

didera penyakit mengingatkan saya kepada penghiburan yg saya terima sewaktu sakit kemarin, bahwa allah sedang ‘meninggikan’ saya. meninggikan ini artinya apa saya temukan di belantara dunia maya setelah mengetik kata2 hikmah dibalik sakit….

RAHASIA DIBALIK SAKIT oleh abu hasan putra (http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html)

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).

Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir).

dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia:

1. sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, „Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya” (HR. Muslim)

2. sakit menghapuskan dosa:

ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan.

sebagaimana firman Allah ta’ala: „Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“ (surat asy-Syuura: 30)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya” (HR. Muslim)“

3. sakit akan membawa keselamatan dari api neraka:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, „Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi“(HR. Muslim)

oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya.

bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

4. sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya:

wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, „Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri“ (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

5. terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah:

wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: „Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, „Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini, amin…

Iklan

Satu tanggapan untuk “hikmah dibalik sakit…

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s