Diposkan pada Nikah Campur

tata cara pencatatan nikah luar negeri di KUA kecamatan

akhirnya saya menemukan juga tata cara pencatatan nikah luar negeri di KUA kecamatan *alhamdulillah* asli sempat terkagum2, apa semua KUA punya site begini atau hanya petugas di KUA Bancar-nya yang kreatif? kalau benar petugasnya yang kreatif, benar2 mereka layak dapat penghargaan dan hasil kerjanya dijadikan proyek percontohan di seluruh indonesia *empat jempol pokoknya* asyik banget kalau semua KUA, kecamatan dan instansi2 lain punya site yang informatif begini. karena site seperti inilah yang sebenarnya diperlukan masyarakat, site yang berisi informasi yang terkait dengan pelayanan apa saja yang bisa diberikan kepada masyarakat, persyaratan dan lain2nya. selain yang tinggal jauhpun tetap bisa apdet dengan perkembangan daerah tempat tinggalnya.

ok dibawah ini saya tuliskan kembali tata cara pencatatan nikah luar negeri ke KUA kecamatan tersebut:

 

ex KUA Bancar:

dalam waktu satu tahun setelah suami istri kembali ke wilayah indonesia, surat bukti perkawinan mereka harus didaftarkan di kantor pencatatan perkawinan tempat tinggal mereka (UU No.1 tahun 1974 pasal 56 ayat 2).

ex Petunjuk Praktis Pencatatan Perkawinan di Indonesia:

Untuk diketahui, pernikahan sesama WNI ataupun WNI campuran (dengan WNA) yang dilangsungkan pernikahannya menurut hukum yang berlaku di Negara dimana pernikahan itu dilangsungkan dan bagi WNI tidak melanggar ketentuan (UU RI No 1 / 1974 Tentang Perkawinan), maka pernikahan tersebut dianggap sah. Bagi WNI beragama Islam, setelah kembali ke tanah air, sesuai ketentuan maka dalam kurun waktu setahun, Akte Pernikahan mereka harus segera di daftarkan ke Kantor Urusan Agama wilayah tempat kediamannya. (UURI No 1 / 1974 Tentang Perkawinan Pasal 56 ayat 1 & 2, diperjelas dengan PERMEN Agama RI Nomor 1 Tahun 1994 Tentang Pendaftaran Surat Bukti Perkawinan Warga Negara Indonesia yang Dilangsungkan di Luar Negeri)

pendaftaran surat bukti perkawinan harus dilengkapi dengan dokumen2 sbb:

1. surat keterangan bukti perkawinan (surat nikah)

2. fotokopi paspor dengan memperlihatkan aslinya.

3. fotokopi surat bukti perkawinan

4. fotokopi sertifikat surat nikah dari KBRI / fotokopi akte nikah dari KBRI / surat keterangan dari KBRI setempat (PMA 1 Tahun 1994 pasal 2)

catatan: kalau saya amati persyaratan nomor 1 dan 3 adalah surat asli bukti perkawinan (surat nikah) dan fotokopinya.

sumber:

1. KUA Bancar

2. Petunjuk Praktis Pencatatan Perkawinan di Indonesia

Iklan

2 tanggapan untuk “tata cara pencatatan nikah luar negeri di KUA kecamatan

  1. Ass.wr.wb. mba Kayka,

    saudara saya telah menikah dengan WNA norwegia akhir tahun lalu. Kalo menurut informasi dari blog mba ini, mereka py waktu akhir tahun ini ya untuk mencatatkan pernikahan mereka?? Atau setelah pasangan tiba di Indonesia mereka py waktu hingga 30 hari? Pengalaman mba dl gimana?

    Oiya, saudara saya ini menikah beda agama. Apakah mereka cukup mendaftarkan diri di catatan sipil setempat atau juga di kua? Saya menghormati siapa pun yang menjunjung tinggi makna pernikahan. Tak seorangpun berkeinginan menikah hanya untuk bercerai, bukan? Ga seperti artis hehehe kawin cerai… Terima kasih sebelumnya.

    Wass.wr.wb, klara

    1. hallo klara,

      walaikum salam wr wb 🙂

      berhubung krn satu dan laiin hal saya belum punya waktu untuk mudik, jadi belum punya pengalaman sendiri soal mencatatkan pernikahan di indonesia. tapi kalo berangkat dari artikel yang saya salin disini, pengertiannya sih 30 hari setelah kita menjejakkan kaki di indonesia.

      btw dilaman ini ada apdetan link blogger yang udah mendaftarkan perkawinannya di catatan sipil surabaya, klara udah nyampe sana belum? ini alamatnya http://deutschlandina.wordpress.com/2012/05/05/b-tentang-hukum-lintas-negara-pencatatan-pelaporanpernikahan-di-jerman-ke-catatan-sipil-indonesia/

      nah disana pemilik blognya menulis kalau dia pernah baca perkawinan antar negara harus dilaporkan di capil sebelum setahun usia pernikahan.

      ok intinya semakin cepat semakin baik. saudara klara menikahnya di capil bukan ya? menikah secara sipil disini tdk membawa2 agama. karena menikah sipil logikanya sih melapornya juga dicatatan sipil aja ya. apakah harus mendaftar di kua juga? mmm pertanyaan yang sulit utk dijawab mesti nanya KUA langsung. btw kalau udah ketahuan boleh juga tuh klara apdet disini bisa tidaknya mendaftarkan perkawinan sipil di kua. trims ya.

      salam
      /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s