Diposkan pada Menikah & Tinggal di Jerman

Visa D: Visa Nasional Jerman

kemarin dapat telepon dari kedutaan kalau visanya udah jadi dan bisa diambil hari ini *alhamdulilah* paspornya harus ditinggal di kedutaan sebelum jam 10 pagi dan baru bisa diambil setelah jam satu siang. mau pulang tanggung, yasut muter2 plaza indonesia aja. jenis visa yang saya peroleh adalah Visa tipe D (Visa Nasional Jerman). Visa tipe D diberikan kepada setiap orang yang akan tinggal di Jerman selama lebih dari tiga bulan dan hanya berlaku di wilayah Jerman saja.

Ralat:

“National visa” are valid for the D and C. You are also entitled to enter Schengencountries effectively since the 05.04.2010

This means Schengen-wide travel is possible with the D-visas within their validity period. (However, the entry into other Schengen States could not possible if you do not meed the prerequisites for entry at the border, or in the State where you want to travel you be registered on the national list) The “Schengen States” are: Germany, Belgium , Denmark, Estonia, Finland, France, Greece, Iceland, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Austria, Poland, Portugal, Sweden, Switzerland, Slovakia, Slovenia, Spain, Czech Republic and Hungary.

sumber: kedutaan jerman di jakarta

buat catatan saja ini bukan perjalanan pertama saya ke jerman. sejak tahun 2003 saya punya izin tinggal permanen di salah satu negara Schengen. nah saat bagian konsuler liat kalo saya punya izin tinggal di negara lain tsb. dia mengatakan kalo mau tinggal di jerman, saya harus membatalkan izin tinggal tersebut. ok, dengan pertimbangan daripada nanti bolak balik lagi saya laksanakan permintaan tsb. sempat heran aja sebetulnya krn di formulir isian kedutaan ada pertanyaan apakah anda ingin memperpanjang izin tinggal anda di negara lainnya, dan saya menandai jawaban tidak. ya tentu aja tidak bisa diperpanjang kalo tidak tinggal disana. ternyata sampai saya mengambil visa tidak ada pertanyaan dari bagian visa untuk melihat bukti kalau saya sudah membatalkan izin tinggal tersebut. sebel gak tuh udah dibela2in mbatalin, ditengokin pun enggak…

pulangnya langsung ngubek2 billig fliegen. udah berkali2 beli tiket online di site tersebut. terakhir beli november tahun lalu, Frankfurt-Jakarta pp pake Etihad via Abu Dhabi, cuma kena € 437,28. kali ini pengennya berangkat tgl 19 april, tiket paling murah adanya dari Malaysia Airlines. berhubung pernah baca ada promo tiket MAS. cross cek juga dong sitenya MAS kali2 aja bisa dapet harga lebih murah lagi. ternyata lebih murah *alhamdulillah* langsung d pesan online one way ticket to Frankfurt via KL, totalnya kena Rp4,544,500. online tiketnya terpaksa ngeprint ke warnet karena dirumah nyokab gak ada printer.

update: saat menjemput elektronischen Aufenthaltstitel (eAT) di Ausländerbehörde, izin tinggal saya dinegara lain tsb distempel Ungültig“  oleh petugas disana

Iklan

36 tanggapan untuk “Visa D: Visa Nasional Jerman

    1. hiksss bundaa saya gak ada niat loh sedikitpun… ya gitu deh bun ceritanya panjang sekali, dan sudah lumayan lama berlalu…

      salam
      /kayka

  1. Kak kay, aku kebingungan nih jawab beberapa pertanyaan di formulir visa. boleh minta bantuannya? 😀

  2. di bagian mana sih kak bisa di tulis kita mau nyampe jerman nya tgl brpa? trus sama yg pernyataan pling blkang i hereby apply for a residence permit for …. days/months/year(s) itu di isi apa ya kk? mksh sblumnya

          1. Nimbrung jawab krn saya sempat tanya ke petugas visanya. Dia bilang ada yang jawab forever xD tapi saya udah isi 3 tahun saya biarkan 3 tahun.

            1. thanks tami tambahan infonya.

              saya isi satu tahun krn mau diisi berapapun mesti yg pertama dapetnya visa tiga bulan dulu. pas nuker visa ke ijin tinggal disini walau ngisinya satu tahun saya dapet ijin tinggal untuk tiga tahun.

              artinya egal deh mau ditulis berapa aja 🙂

              salam
              /kayka

  3. Hi kak Kay, mau tanya nih klo penerbangan pake MAS ke jerman dari jkt trus transit ke KL setelah itu baru ngelanjutin penerbangan ke jerman, share donk proses detailnya kayak gimana pada saat transit biar jelas gtu……

  4. Hai Kaka, mau nanyaa..wkt it kaka jd visanya brp lama? ada kemungkinan gagal ga ya? biasa krn apa gagalnya utk visa nasional ini?

  5. Halo kayka..

    Saya mau tanya nih.
    Rencana saya menikah dengan pacar saya wanita jerman, semua dokument sudah klop sampai menikah, pernikahan dilangsungkan di Bali secara adat bali. Setelah menikah semua akan dilegalisir lagi di jerman oleh calon istri saya, pertanyaan saya,
    – apakah susah untuk mendapatkan ijin tinggal di jerman setelah kami menikah?
    mungkin berbeda kalau kita susah menikah dan akan menikah di jerman.

    Terima kasih atas bantuan share nya

    1. hallo putu,

      menikah di indonesia atau menikah di jerman sama aja kog. kalo nikah di indonesia nyampe di jerman hrs mendaftarkan pernikahannya di jerman. begitu juga sebaliknya kalo menikah di jerman.

      utk tinggal di jerman sepanjang semua ketentuan dan persyaratan yg diisyaratkan oleh pemerintah jerman dipenuhi gak ada masalah. yg bikin capek itu ngurus semua surat2 yg diperlukan. kalo udah masuk dan diterima kedutaan sih tinggal nunggu plus kencengin doa 🙂

      btw kalo menikahnya di bali, dokumennya dilegalisir di indonesia kan put s.d. ke kedutaan jerman.

      salam
      /kayka

  6. Halo Kayka.

    Saya Widya, saya diterima untuk magang selama 10 bulan di AWI Jerman. Saya ingin menanyakan mengenai form visa D ini dan contoh pengisianya. Kalau memang Kayka masih punya, boleh dong di share di email saya, widyaratmaya@gmail.com. Terus, apa bagi para pemohon diwajibkan bisa berbahasa jerman ? dan untuk semua dokumen apa harus diterjemahkan dlm Bhs Jerman apa cukup in English ?
    JIka berkenan, mohon di balas melalui email saya.
    Terimakasih sebelumnya.

    1. hallo widya,

      utk form visa D diisi sebisanya aja dulu wid. nanti kalo ada yang kurang pasti dikasih tau bagian visa. gampang kog formnya dalam tiga bahasa jerman, inggris dan prancis.

      soal bahasa jerman, sptnya tergantung ya. utk keperluan menikah spt saya misalnya cukup pengetahuan basic saja, A1.

      soal dokumen yang harus diterjemahkan, disesuaikan dgn apa yang diisyaratkan oleh kedutaan.
      http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/03national/praktikum__studium__wissenschaft.html

      salam
      /kayka

  7. kak saya sudah buka link kedutaan jerman. visa untuk kunjungan libur hanya visa Schengen sedangkan visa d untuk kunjungan libur tidak ada. ternyata persyaratannya banyak juga visa Schengen. apakah persyaratan setiap point itu harus lengkap atau hanya satu saja yang dilengkapi, misalnya : kedutaan memeriksa jaminan keuangan : 1. Kartu Kredit. 2. Rekening Koran. itu point 1 dan 2 harus ada atau hanya salah satu point itu yang bisa.

    1. Kedutaan memeriksa jaminan keuangan untuk biaya perjalanan dengan menunjukan
      kemampuan keuangan yang bersangkutan:
      • Surat jaminan resmi berdasarkan Undang-Undang ijin tinggal pasal 66-68 (asli dan fotokopi)
      yang telah dibuat oleh pengundang di imigrasi tempat tinggalnya.
      • Kartu kredit (contohnya: American Express, Visacard, Mastercard dan yang lainnya –
      kecuali kartu debit) dan tagihannya 3 bulan terakhir (asli dan fotokopi)
      • Rekening koran/buku tabungan 3 bulan terakhir (asli dan fotokopi)
      kalau hanya ada point 3 bisa diterima itu kak

    2. visa nasional hanya utk misalnya menikah, kumpul keluarga atau kerja. krn keperluannya liburan maka saya tulis visa schengen 🙂

      ttg persyaratan keuangan apakah tiga2nya hrs dilampirkan terus terang saya tdk punya pengalaman soal ini. yg udah2 sih apa yg tercantum pada site kedutaan hrs lengkap saat mengajukan visa. buat pastinya coba deh arif imel langsung kedutaan di visastelle@jaka.diplo.de, pake bahasa indonesia aja gapapa pasti dijawab sama mereka.

      btw kalo gak mau repot soal pemeriksaan keuangan paling gampang itu kalo ada keluarga atau kenalan di jerman yg bersedia membuat undangan dan menjamin keuangan selama disini.

      salam
      /kayka

  8. Mba Kayka yg baik,

    setelah membaca cerita yg ini, ada hal yg ingin saya perjelas. Dulu mbak Kayka uus visa nasional tanpa tiket pesawat ya?? Setelah dapat visa, baru bisa pesan? Karena biasanya ajukan visa yg 3 bln perlu ada tiket.

    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

    1. hallo pe,

      betul sekali, saya beli tiket pesawatnya setelah visa keluar.

      berbeda dgn visa kunjungan biasa, visa nasional tidak memerlukan bukti pemesanan tiket.

      salam
      /kayka

      1. Mba, mau tanya lagi niy. Waktu mengajukan persyaratannya juga tanpa Krankenversicherung kan? Oiya, sewaktu mba mau menikah di Jerman, mba bekerja di Indonesia? Itu ditanya tidak oleh Botschaft? Danke erstmal.

        1. hallo pe,

          betul sekali tanpa Krankenversicherung.

          ketika mengajukan permohonan izin tinggal di jerman, saya sudah tidak bekerja lagi. berhubung gak ada wawancara, juga gak ditanya kerjanya dimana. soal kerja justru adanya di surat keterangan masih lajang yang dikeluarkan oleh KUA.

          salam
          /kayka

          1. Mba, info tbaru. Teman saya kmrn mngajukan visa nasional D. Kedutaan minta Krankenversicherung slm 90 hari, padahal d psyaratannya ga da. Aneh banget deh… Mereka seenaknya bikin aturan yg bikin qt susah aja…

              1. Visa D untuk menikah, mba. Temanku dah blg k petugasnya klo calon suami yg akan mnanggung asuransinya, tapi tetep aja dia diminta asuransi. Klo ga disertakan, berkasnya ga kan diurus… Sadis. Jadilah temanku itu mondar mandir k kedutaan… Mba kayka kyknya beruntung dpt psyaratan ga neko2… 🙂

                1. oalah, kasihan juga dong temennya ya pe. mudah2an aja urusannya cepet beres ya.

                  btw kalo pe baca dari awal urusan saya gak kurang ribetnya, tapi ya gitu deh kalo mau lanjut ya harus diurus satu2, lama2 beres juga. paling enggak ini jadi pengalaman berurusan dgn birokrasi jerman sesampenya di jerman nanti 🙂

                  salam
                  /kayka

                  1. Iya tuh. Kedutaan ksh info ga diupdate websitenya. Petugasnya malah bilang, Kedutaan py aturan sndiri. Sy yg dgr gitu jengkel bgt. Org Indo ga ramah bgt sm bangsanya sendiri.

                    Maxudku, mba kayka beruntung pas nyerahin syarat2 ga dibikin ribet sm mereka. Setuju, tiap kejadian bisa jd pengalaman bharga.

                    Btw, thanks for sharing, mba kayka… Sehat dan sukses untukmu! 👍

                    1. mental anak jajahan utk Pe, galakan dia daripada majikannya 😀

                      bener pe saat menyerahkan berkas ke kedutaan urusan saya lancar2 aja krn sesuai dgn persyaratan yang diminta, yang capek hati saat menyerahkan berkas di Standesamt, ada aja yg harus dilengkapi. sempet gerah juga.

                      terima kasih juga pe. sukses juga ya dan salam utk temannya juga, semangat!

                      salam
                      /kayka

  9. hallo mba kayka,saya sudah menikah dengan suami di indo,akta nikah sudah kita punya yang jadi pertanyaan saya harus apply visa apa ya,karna saya mau menetap di jerman.sebenarnya saya sudah ada visa tapi saya lupa kemaren apply yang jenis apa, soal nya apply thn sept 2012 issued 27 agustus 2013 ehh tiba2 calo saya telepon visa sudah mau habis valid nya 24 bulan ini,bingung jadi nya,mohon pencerahan nya ya mba langka apa yang harus saya ambl,kalao bingung gak bisa mikir mba,tulung ya,kalau saya gak bisa berangkat dalam waktu sebelum visa berakhir gak masalah ya mba? thanks before

    1. hallo siegwy,

      untuk menetap di jerman visanya adalah visa D atau visa tinggal lebih dari tiga bulan.

      coba dilihat lagi ya itu visa D atau bukan, krn kalau visa D masa berlakunya tiga bulan saja. tapi kalau udah di jerman bisa dikonvert ke ijin tinggal tiga tahun.

      gampang kog utk tahu visanya apa, coba perhatikan lagi bagian jenis visa (type of visa)-nya.

      berangkat sebelum visa berakhir terus terang agak riskan. kalau saya boleh tau dapat visanya utk berapa lama ya?

      ok sbg gambaran aja, dulu sisa hari yang diizinkan utk tinggal di negara eropa diluar negara yang memberikan izin tinggal permanen saya masih lumayan banyak. diawal kita udah dapat lampu ijo dari kantor imigrasi utk bisa mengajukan izin tinggal dari jerman saja. sayangnya cuma satu kami tidak bisa memperlihatkan dokumen legal yang membuktikan bahwa kami telah menikah.

      salam
      /kayka

Please feel free to share your thoughts.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s